Akhirnya, United Tractors (UNTR) Resmi Kuasai Martabe

SAHAM.NEWS, JAKARTA — Emiten alat berat, PT United Tractors Tbk. (UNTR) akhirnya resmi menggenggam 95% saham PT Agincourt Resources (PTAR) yang meerupakan operator tambang emas Martabe di Sumatra Utara. UNTR menguasai PTAR melalui anak perusahaannya yakni PT Danusa Tambang Nusantara melalui Shares Sales Agreement (SSA) untuk membeli 95% saham PTAR. Transaksi ini terhitung sukses berlaku jika kondisi prasyarat dalam SSA telah terpenuhi.

“Pada 4 Desember 2018, seluruh kondisi prasyarat dalam SSA telah berhasil terpenuhi. Dengan demikian, UNTR melalui PT Danusa Tambang Nusantara telah efektif memiliki 95% saham PTAR sejak tanggal tersebut,” ujar Sara K. Loebis, Corporate Secretary United Tractors.

“Proses akuisisi tambang emas yang dikelola perusahaan ditargetkan selesai pada akhir November 2018. Perlu diketahui bahwa Pemegang saham Martabe yakni PT Agincourt Resources, adalah konsorsium yang dipimpin oleh EMR Capital.” ujar Tim Duffy, Presiden Direktur PT Agincourt Resources.

EMR Capital adalah perusahaan dana ekuitas pertambangan swasta Australia dengan kepemilikan saham adalah EMR sebesar 61,4%, Farallon Capital sebesar 20,6%, Martua Sitorus sebesar 11% kemudian Robert Budi Hartono & Michael Bambang Hartono sebesar 7%.

Dengan demikian setelah akusisi ini, PT Danusa Tambang Nusantara, yang merupakan anak perusahaan PT Pamapersada Nusantara (PAMA) dan UNTR menjadi pemegang saham terbesar tambang emas martabe dan sisanya 5% dmiliki oleh PT Artha Nugraha Agung, yakni Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan Provinsi Sumatra Utara (Pemda).

Kapasitas Tambang Martabe berdasarkan data per tanggal 31 Desember 2017 adalah 8,8 juta ounce emas dan 72 juta ounce perak.

Hasil Produksi dan eksplorasi periode 2017 di Tambang Emas Martabe cukup memuaskan dimana cadangan emas menjadi 4,8 juta ons dengan produksi emas meningkat sebesar 355.000 ons.

Rekomendasi Saham Pilihan Gratis & Berita Saham Terbaru langsung ke hp anda: Ikuti Official Telegram Channel Saham.news & Official Telegram Grup Analis Saham.news