Berita Analisa Saham IHSG ndonesia

SAHAM.NEWS, JAKARTA – Emiten PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) telah resmi  menghilangkan konsolidasi proyek Meikarta, yakni PT Mahkota Sentosa Utama (MSU) pada semester I-2018.

“PT MSU sudah tidak dikonsidasikan lagi di pembukuan semester I-2018.” ujar Danang Kemayan Jati, Vice President, Head of Corporate Communication PT Lippo Karawaci Tbk.

Dari aksi divestasi tersebut, perusahaan mendapatkan laba dengan nilai wajar senilai Rp 2,35 triliun. Alhasil laba bersih LPKR naik drastis sebesar 35% menjadi Rp 1,15 triliun. Melihat kenaikan laba bersih tersebut banyak investor trader yang melihat sentimen kenaikan laba bersih tersebut dalam jangka pendek.

Namun menurut Analis Independen AsiaBlockCapital, Huang menyatakan dengan besaran proyek yang digemborkan sebesar 270 triliun lebih tentu akan mendatangkan pemasukan berulang cukup besar di masa mendatang ataupun ketika properti telah kembali pulih 1-2 tahun kedepan.

“Hal ini sudah kami prediksi mengingat Maxx Coffee ( kedai kopi milik grup lippo) juga dikeluarkan dari Saham LPIN pada awal tahun 2018 (Belum ada yang membahas di berita) padahal kami dan klien berniat untuk mengoleksi saham tersebut mengingat value di luar bisnis utama sparepart busi LPIN. Memang Terlihat Ada potensi besar di LPIN tetapi nyatanya menjadi sentimen sesaat saja untuk emiten karena telah dilepas.” ujar Huang.

 

Rekomendasi Saham Pilihan Gratis & Berita Saham Terbaru langsung ke hp anda: Ikuti Official Telegram Channel Saham.news & Official Telegram Grup Analis Saham.news