7 Prinsip Manajemen Keuangan yang Harus Dipahami Seorang Akuntan

Last modified: Juni 10, 2019
For versions:
Estimated reading time: 2 min

Sebelum terjun ke dunia bisnis, ada berbagai hal yang penting untuk dipelajari. Bukan hanya tentang bagaimana mengembangkan bisnis, seperti apa strategi marketing atau yang lainnya saja melainkan yang juga penting diperhatikan adalah tentang prinsip manajemen keuangan.

Ya, disadari atau tidak keuangan adalah tonggak dalam bisnis. Jika keuangan berantakan, maka operasional bisnis tidak akan bisa berjalan lancar. Namun faktanya, memanajemen keuangan bukan hal yang mudah.

Namun untuk membantu pemahaman tentang manajemen keuangan, ada 7 prinsip manajemen keuangan yang calon pebisnis dan seorang akuntan harus pahami. Berikut informasi selengkapnya untuk Anda!

7 Prinsip Manajemen Keuangan yang Perlu Dipelajari

Prinsip akuntabilitas

Prinsip akuntabilitas merupakan sebuah prinsip dalam manajemen keuangan yang mengharuskan setiap pihak terkait bertanggungjawab atas apa yang diberikan terhadapnya. Pada prinsip ini sangat penting bagi semua pihak yang berkepentingan untuk mengetahui bagaimana memanfaatkan dana atau wewenang yang diberikan.

Prinsip konsistensi

Prinsip konsistensi merupakan prinsip dimana sistem dan kebijakan keuangan perusahaan harus tetap konsisten dari waktu ke waktu. Konsisten disini bukan berarti harus sama tanpa adanya perubahan melainkan sistem keuangan harusnya dapat disesuaikan dengan perubahan yang terjadi pada suatu perusahaan.

Prinsip kelangsungan hidup

Pada prinsip ini sangat penting bagi pihak perusahaan untuk kemudian menyiapkan berbagai rencana keuangan.  Dalam rencana tersebut Anda harus mampu melihat bagaimana perusahaan menjalankan strategi dan memenuhi kebutuhan keuangannya secara penuh.

Prinsip transparansi

Pada prinsip manajemen keuangan yang keempat ini berarti perusahaan harus transparan atau terbuka tentang apa yang menjadi pekerjaannya. Jadi sebuah perusahaan harus menyediakan berbagai macam informasi tentang apa yang menjadi pekerjaannya.

Salah satu aspek yang bisa diwujudkan melalui adanya prinsip ini adalah dengan menyediakan sebuah laporan keuangan yang akurat, lengkap, mudah dan tepat waktu serta diakses oleh pihak yang saling berkepentingan satu sama lain.

Prinsip standar akuntansi

Prinsip ini merujuk pada suatu sistem akuntansi dan sistem keuangan yang digunakan oleh perusahaan. Sistem – sistem tersebut merupakan sistem yang sesuai dengan standar akuntansi secara umum yang berlaku selama ini di Indonesia. Sehingga perusahaan tidak boleh sembarangan mengadaptasi sistem akuntansi atau sistem akuntansi dari negara lain yang kemungkinan standarnya tidak sesuai dengan standar sistem akuntansi yang diberlakukan di negara Indonesia.

Prinsip integritas

Berdasarkan prinsip ini, masing – masing individu yang terlibat didalam operasional perusahaan harus memiliki nilai integritas yang baik. Tak hanya berfokus pada personel atau individu termasuk staff, karyawan sampai direksi perusahaan saja, melainkan prinsip ini juga berlaku untuk berbagai laporan dan juga catatan keuangan.

Jadi, semua laporan dan catatan keuangan yang dimiliki atau berkaitan dengan perusahaan harus dijaga benar integritasnya dari waktu ke waktu.

Prinsip pengelolaan

Prinsip ini merupakan prinsip yang berisi tentang penekanan pada kemampuan perusahaan demi mengelola dan menggunakan dana yang didapatkan demi mencapai tujuan yang sebelumnya sudah ditetapkan.

Dalam perencanaan strategis, Anda harus berhati – hati dalam melakukan identifikasi berbagai resiko keuangan hingga membuat suatu sistem pengendalian dan sistem keuangan atau akuntansi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan menjadi beberapa aspek yang masuk ke dalam prinsip ini.

Kiranya itulah berbagai prinsip manajemen keuangan yang harus dipahami seorang akuntan. Semoga informasi tentang prinsip manajemen keuangan diatas menjadi sebuah informasi yang bermanfaat untuk Anda.

Was this article helpful?
Dislike 0
Views: 1