Apa Itu Divestasi Secara Umum Dan Menurut Para Ahli

Last modified: Mei 20, 2019
For versions:
Estimated reading time: 2 min

Apa itu divestasi? Apakah para pembaca mengetahui definisi divestasi? Berbagai pendapat membuat makna divestasi berbeda-beda. Definisi Divestasi yang ada sangat beragam. Salah satu definisi divestasi yang sederhana adalah pengurangan beberapa aset yang dimiliki oleh perusahaan.

Aset yang dijual oleh perusahaan dapat berupa keuangan maupun barang yang dimiliki perusahaan itu sendiri. Divestasi dilakukan untuk keperluan perusahaan itu sendiri. Pastinya pelaksanaan divestasi ini dilakukan karena beragam alasan yang dimiliki perusahaan yang akan melakukan divestasi. Baik alasan untuk memajukan perusahaan.

Definisi Divestasi Menurut Para Ahli

To top

Pengertian akan divestasi memiliki beragam definisi. Untuk lebih jelasnya artikel kali ini akan membahas definisi divestasi menurut berbagai sudut pandang. Sudut pandang yang beragam akan pengertian definisi divestasi kali ini akan memudahkan para pembaca memaknai artian divestasi itu sendiri. Berikut ini definisi divestasi menurut para ahli untuk menjawab pertanyaan para pembaca mengenai “apa itu divestasi?” :

  1. Benson Et Al (1984)

Jawaban pertama untuk pertanyaan “ apa itu divestasi?” dikemukakan seorang Benson Et All mengenai definisi divestasi dibagi menjadi dua langkah yaitu sell off atau spin off. Sell memiliki arti menjual sehingga dapat diartikan bahwa sell off adalah langkah suatu perusahaan untuk menjual hartanya baik berupa benda maupun dalam bentuk lain. Langkah yang kedua yaitu spin off.

Spin memiliki makna berputar. Sehingga spin off memiliki makna perputaran saham dari induk perusahaan hingga cabang perusahaan. Perputaran saham ini dapat dilakukan dengan membagi saham dari cabang perusahaan yang diserahkan cabang perusahaan. Pada dasarnya spin off mengalihkan saham anak cabang perusahaan ke induk perusahaan. Langkah ini dapat dilakukan jika anak cabang perusahaan kurang maksimal atau dilakukan untuk memajukan induk perusahaan.

  1. Rosenfeld (1984)

Selanjutnya pendapat Rosenfeld yaitu seorang ahli ekonomi. Rosenfeld mengemukakan bahwa definisi divestasi adalah langkah perubahan susunan kepemilikan suatu perusahaan yang tidak berkontribusi untuk memberikan keuntungan bagi perusahaan.

Langkah ini digunakan untuk perusahaan untuk melepaskan sebagian dari perusahaan yang sudah tidak diinginkan atau dirasa sudah tidak bermanfaat lagi bagi perusahaan. Bagi pemilik perusahaan, keuntungan merupakan tujuan utama perusahaan itu sendiri sehingga langkah divestasi dirasa cocok.

  1. Linn dan Rozeft (1984)

Kemudian menurut Linn dan Rozeft mengemukakan definisi divestasi sebagai self off. Sell memiliki makna menjual. Jadi, sudah dapat diartikan bahwa sell off adalah langkah perusahaan untuk menjual sedikit bagian dari perusahaan dengan tujuan tertentu.

Langkah sell off ini, memiliki tujuan untuk mengembangkan perusahaan utama dengan melepas cabang perusahaan lain untuk menekan beban biaya. Apabila anak cabang perusahaan dijual maka beban biaya cabang anak perusahaan pun tentu tidak ada.

  1. Sudarsanam (1995)

Menurut Sudarsanam definisi divestasi adalah lawan makna kata dari pertumbuhan. Divestasi merupakan dampak dari akuisisi dengan cara menjual sebagian bisnisnya yang digunakan untuk alasan yang berbeda-beda. Divestasi dapat dimanfaatkan perusahaan sesuai tujuan awal melakukan divestasi itu sendiri.

  1. Moin (2004)

Jawaban terakhir untuk pertanyaan “apa itu divestasi?” diungkapkan oleh Moin, definisi divestasi yaitu menjual sebagian unit dari bisnis atau anak perusahaan kepada pihak lain diluar perusahaan tersebut. Penjualan unit bisnis atau anak perusahaan dilakukan agar mendapat dana secara segera. Dana yang didapatkan ini digunakan untuk menyehatkan perusahaan secara keseluruhan dan dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan perusahaan.

Beragam pendapat yang dikemukakan para ahli dengan sudut pandang yang berbeda-beda ini, memiliki suatu kesimpulan terkait definisi divestasi. Jadi, definisi divestasi adalah penjualan sebagian aset perusahaan untuk keperluan perusahaan itu sendiri. Aset yang dijual dapat berupa aset keuangan atau barang perusahaan. Langkah divestasi dirasa cocok untuk seorang pemilik perusahaan untuk mendapatkan keuntungan. Semoga pertanyaan para pembaca tentang “apa itu divestasi?” terjawab pada artikel kali ini.

 

Was this article helpful?
Dislike 0
Views: 249