Cara Valid Analisa Bukti Transaksi Dalam Jurnal Akuntansi

Last modified: Juni 10, 2019
For versions:
Estimated reading time: 2 min

Langkah pertama dalam penjurnalan di akuntansi dasar sebelum kita masuk ke tahapan buku besar, neraca dan berakhir di pembuatan laporan keuangan adalah melakukan analisa bukti transaksi. Lantas, bukti transaksi apa saja yang perlu dilakukan analisa?

Tentu saja, semua bukti transaksi perlu dilakukan analisa. Baik itu bukti transaksi yang berkaitan dengan pengeluaran, pembelian, penjualan, pembayaran utang, penerimaan piutang, pembelian perlengkapan dan peralatan serta berbagai macam bukti transaksi yang lain perlu dianalisa.

Dalam tahapan analisa bukti transaksi tersebut, ada beberapa proses dasar yang berkaitan. Disini kami akan mengulasnya beserta tahapan dalam analisa bukti transaksi yang perlu dipahami!

Cara Valid Analisa Bukti Transaksi

To top

Keabsahan fisik suatu data perlu diidentifikasi

Di era yang serba memanfaatkan produk – produk digital yang super canggih seperti sekarang ini, sudah banyak cara yang bisa dilakukan untuk memanipulasi atau memalsukan bukti transaksi. Namun sebagai seorang akuntan, semua itu harus diminimalisir. Bagaimana caranya?

Cara yang bisa dilakukan adalah dengan langkah pertama melakukan identifikasi atas keabsahan bukti transaksi secara fisik. Baik yang berupa kertas atau yang berupa digital. Setiap transaksi pasti akan ada persetujuan dari kedua belah pihak yaitu penjual dan juga pembeli sehingga jika memang diperlukan, kedua pihak yang bersangkutan perlu Anda hubungi sebagai cara membuktikan nilai keabsahan suatu dokumen transaksi.

Hal ini sangat penting karena pada prinsipnya, sebuah bukti transaksi yang keabsahannya masih belum bisa dipertanggungjawabkan, maka tak boleh dilakukan pencatatan secara sepihak dalam jurnal akuntansi.

Melakukan identifikasi atas prosedur transaksi

Langkah selanjutnya yaitu melakukan identifikasi bukti transaksi apakah sudah sesuai prosedur atau tidak. Jadi prosedurnya dapat berupa bukti transaksi yang sudah distempel atau tanda tangan dari pihak yang berwenang.

Jika sudah berada pada tahap ini, maka Anda sudah bisa melakukan upaya peninjauan ulang sampai semua yang berkaitan dengan data dan dokumen transaksi yang diperlukan benar – benar sesuai dengan prosedur.

Menentukan kebenaran nilai transaksi

Terakhir, yang harus dilakukan adalah Anda harus memerhatikan nominal dari transaksi tersebut. Caranya juga mudah. Anda dapat melihat satu per satu dari detail barang dengan total dalam 1 faktur bon apakah ada kemungkinan di salah satu penjumlahannya atau tidak.

Tahapan Analisa Bukti Transaksi yang Mudah Dipahami

To top

Dalam melakukan analisa bukti transaksi, ada beberapa tahapan yang mudah dipahami dan merupakan sebuah jurnal yang penting untuk Anda perhatikan demi menciptakan suatu laporan keuangan, diantaranya :

  • Tentukan apa saja perkiraan yang dipengaruhi oleh transaksi tersebut
  • Tentukan pengaruh penambahan dan juga pengurangan atas harta, utang, modal, pendapatan dan juga beban.
  • Tentukan debet atau kredit dari akun yang bersangkutan
  • Tentukan jumlah yang harusnya didebet atau di kredit
  • Masukkan ke dalam buku besar sebagai pedoman untuk membuat neraca
  • Neraca adalah pedoman untuk membuat laporan neraca dan perubahan modal dilaporan keuangan, sementara buku besar merupakan pedoman untuk membuat laporan laba rugi perusahaan.

Anda sudah mempelajari tentang persamaan akuntansi yang memberikan penjelasan mengenai bagaimana pengaruh transaksi atas perubahan harta, utang dan modal.

Hal ini menjadi penerapan dari buku berpasangan bahwa setiap transaksi yang masuk akan berpengaruh atas perubahan harta, utang, modal, pendapatan dan beban yang akan dicatat dengan mendebet dan mengkredit pada perkiraan dengan jumlah yang sama.

Dari setiap transaksi tersebut akan berpengaruh paling sedikit dua akun atau perkiraan yaitu perkiraan yang didebet dan perkiraan yang di kredit. Jadi, itulah kesimpulan yang penting Anda pahami.

Was this article helpful?
Dislike 0
Views: 4