Definisi Akuisisi Menurut Para Ahli Yang Perlu Diketahui

Last modified: Mei 20, 2019
For versions:
Estimated reading time: 2 min

Akuisisi memiliki beberapa definisi seperti yang diungkapkan oleh Merriam Webster Dictionary, menurutnya akuisisi adalah tindakan memperoleh sesuatu dengan melakukan sesuatu seperti pembelian sebagian atau seluruh aset perusahaan atau perusahaan target.

Definisi Akuisisi Menurut Para Ahli

To top

Sebelum membahas lebih jauh mengenai akuisisi lebih baik mengetahui definisi akuisisi menurut para ahli berikut ini agar lebih paham mengenai Akuisisi.

  • Menurut M.A. Weinber. Akuisisi adalah suatu transaksi yang dilakukan oleh seseorang atas aset-aset dari sebuah perusahaan. Transaksi bisa terjadi secara langsung dengan menjadi pemilik aset-aset perusahaan target tersebut. Atau secara tidak langsung dengan cara mengambil kendali atas perusahaan target.
  • Menurut Charles A. Scharf. Menurutnya akuisisi adalah suatu transaksi yang melibatkan pihak pembeli (terbatas pada perusahaan) mendapatkan sebagian atau seluruh aset penjual  (terbatas pada perusahaan), atau sekuritas lainnya. Transaksi dapat terjadi dengan adanya kesepakatan antara pihak pembeli dan penjual.

Mengenal Lebih Dekat Mengenai Akuisisi

To top

Setelah mengetahui apa itu akuisisi dari berbagai definisi yang diungkapkan oleh para ahli, mari simak penjabaran lebih lanjut tentang akuisisi.

  1. Penggunaan Istilah Akuisisi

Menurut Collins English Dictionary istilah akuisisi dapat digunakan ketika berada dalam kondisi yang merujuk suatu objek yang ingin dibeli atau didapatkan untuk menambah sesuatu yang sudah dimiliki. Atau kondisi perusahaan atau pelaku bisnis yang ingin mendapatkan perusahaan lain secara keseluruhan atau hanya sebagiannya.

  1. Perbedaan Akuisisi Dan Pengambilalihan

Dari definisi antara akuisisi dan pengambilalihan, keduanya terlihat sama. Namun sebenarnya keduanya digunakan pada istilah yang sedikit berbeda. Jika istilah pengambilalihan biasanya terdengar bahwa perusahaan target menolak pembelian, sedangkan akuisisi menggambarkan bahwa terjadi kesepakatan antara penjual dan pembeli untuk menghasilkan transaksi.

  1. Akuisisi Berbeda Dengan Merger

Akuisisi jelas berbeda dengan merger, dimana merger memiliki arti dimana banyak perusahaan bergabung menjadi satu untuk membentuk perusahaan baru. Sedangkan akuisisi akan terjadi karena kesepakatan kedua pihak, ketika suatu perusahaan telah diakuisisi maka secara hukum perusahaan target akan menjadi milik pembeli.

Transaksi bisa dilakukan dengan dua cara, baik menggunakan utang yang akan digunakan untuk membeli saham yang beredar maupun menggunakan uang tunai. Namun perusahaan dapat juga menggunakan sahamnya sendiri untuk ditukar dengan saham dari perusahaan target.

  1. Dampak Dari Akuisisi

Akuisisi dapat berlangsung secara damai, namun kadang dalam akuisisi bisa terjadi perselisihan. Jika perusahaan target sepakat untuk melakukan transaksi maka akuisisi akan tetap dalam kondisi yang damai. Sedangkan terjadinya perselisihan diakibatkan karena perusahaan target tidak memiliki perjanjian yang sama. Oleh sebab itu perusahaan yang mengakuisisi harus aktif membeli saham besar agar menjadi tetap dominan.

Ketika perusahaan target tidak menyetujui terjadinya akuisisi sedangkan perusahaan yang akan mengakuisisi memaksa agar segera terjadi akuisisi disinilah perselisihan terjadi. Pemberitahuan akuisisi harus diajukan minimal 30 hari ke Securities and Exchange Commision (SEC) dengan duplikat kopi yang ditujukan ke dewa direksi perusahaan target.

  1. Harga Saham Ketika Terjadinya Akuisisi

Perusahaan target yang akan diakuisisi akan ditawarkan premi harga pasar oleh perusahaan yang akan mengakuisisi. Gunanya untuk menarik pemegang saham agar mau menjual saham yang dimiliki. Karena adanya premi yang dibayarkan oleh perusahaan yang mengakuisisi kepada perusahaan target inilah yang membuat saham di perusahaan target meningkat. Sedangkan saham perusahaan yang mengakuisisi akan justru turun secara drastis.

Ketika perusahaan target berhasil diakusisi maka dengan kepemimpinan yang baru ini harus dengan sigap beradaptasi dan bertanggung jawab kepada operasional dan karyawan di perusahaan tersebut.

Was this article helpful?
Dislike 0
Views: 21