-0.8 C
New York
Jumat, Desember 13, 2019

Definisi Pengertian Dividen

Last modified: Mei 7, 2019
For versions:
Estimated reading time: 2 min

Dalam dunia investasi seorang investor penting mengetahui apa itu dividen karena berhubungan erat dengan kegiatan investasinya di perusahaan. Dividen ini erat hubungannya dengan pembagian laba, meskipun tidak semua laba dibagikan dalam bentuk dividen kepada investor pemilik saham. Sebagian laba perusahaan juga digunakan untuk melakukan ekspansi usaha oleh perusahaan.

Pengertian Dividen

To top

Ada beberapa definisi dari dividen yang bisa ditemukan dari berbagai pendapat ahli, namun secara umum dividen adalah bagian dari laba perusahaan. Dividen ini dibagikan kepada seluruh pemilik saham sebuah perusahaan dengan nilai sesuai dengan jumlah saham yang dimilikinya.

Dalam pembagian dividen perlu diperhatikan berbagai pertimbangan menyangkut waktu, besaran dan cara pembagiannya. Hal ini penting untuk dipertimbangkan matang-matang karena bisa menari minat investor untuk periode selanjutnya.

Jenis-Jenis Dividen

To top

Dalam pembagiannya dividen memiliki beberapa bentuk yang bisa disesuaikan dengan kemampuan keuangan perusahaan. Berdasarkan bentuknya berikut ini jenis-jenis dividen yang bisa diterima oleh pemegang saham perusahaan:

  • Cash divident (tunai)
  • Stock divident (saham)
  • Property divident (barang)
  • Dividen skrip (janji utang)
  • Liquidating dividend (pengurangan modal)

Berbagai jenis dividen di atas memiliki ciri masing-masing dan bisa dipilih oleh setiap perusahaan tergantung pada kebijakannya. Nah, kebijakan pembagian dividen ini memiliki pengaruh besar terhadap keadaan perusahaan.

Dividen Dan Resiko Perusahaan

To top

Kebijakan pembagian dividen sedikit banyak pasti akan berpengaruh pada keadaan perusahaan. Bahkan pembagian dividen ini dianggap menimbulkan risiko pada perkembangan perusahaan yang masih baru berkembang, bagaimana penjelasannya?

  • Dividen menjadi sumber konflik: Pembagian dividen bisa memicu konflik antara pemegang saham dengan pemberi pinjaman.
  • Efek jika dividen ditiadakan: Peniadaan dividen kadang berakibat pada penarikan kembali saham oleh para pemegang saham.
  • Menaikkan dividen: Pada kondisi keuangan yag kurang baik hal ini akan membuat perusahaan dianggap utang karena akan bangkrut.
  • Daya tarik dividen: Bagi para investor dividen memiliki daya tarik tersendiri dan dianggap perusahaan yang potensial.
  • Menginvestasikan dividen: Keputusan ini mungkin baik bagi perusahaan, tapi juga harus diperhitungkan akan efek pengurangan dividen untuk investasi.

Memang setiap langkah pembagian dividen pasti memiliki akibat bagi perusahaan, untuk itu harus diperhitungkan dengan teliti. Setiap perusahaan harus mengetahui secara pasti bagaimana perhitungan dividen yang benar.

Cara Perhitungan Dividen

To top

Setiap pemegang saham akan menerima besaran dividen yang berbeda-beda, hal ini bergantung pada jumlah saham yang dimilikinya. Saat menentukan nominal dividen untuk masing-masing pemegang saham ada tiga elemen besar yang menjadi dasar perhitungan, yaitu:

  • Laba bersih perusahaan (EPS)
  • Dividen Payout Ratio (DPR)
  • Jumlah saham beredar

Itulah elemen penting yang harus diperhitungkan untuk mengetahui besarnya dividen yang harus dibayarkan. Dividen adalah laba bersih dikalikan dengan Dividen Payout Ratio dalam persen (% DPR), maka rumusnya yaitu, Dividen=Laba Bersih x DPR (%). Kemudian untuk mengetahui dividen per lembar saham menggunakan rumus, Dividen per saham = Dividen/ jumlah saham yang beredar.

Semakin banyak saham yang dimiliki pemegang saham, maka akan semakin besar pula dividen yang akan didapatkan. Untuk pembayaran dividen tentu saja harus mengikuti prosedur yang ditentukan perusahaan.

Prosedur Pembayaran Dividen

To top

Jika sebuah perusahaan memutuskan untuk membagi dividen pada seluruh pemegang saham, maka ada tanggal-tanggal penting yang perlu diperhatikan. Berikut ini tanggal-tanggal penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan:

  • Declaration date: Tanggal pengumuman bentuk dan besaran dividen per lembar.
  • Date of record: Tanggal perusahaan mencatat semua pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen
  • Cum-Divident date: Hari terakhir perdagangan saham yang berhak mendapatkan dividen.
  • Ex-Divident date: Tanggal dimana perdagangan saham yang sudah tidak berhak mendapatkan dividen.
  • Payment date: Tanggal pembayaran dividen bagi yang sudah tercatat.

Nah itulah beberapa tanggal-tanggal penting yang harus ditetapkan oleh perusahaan sebagai bagian prosedur pembayaran dividen. Dengan mengetahui informasi lengkap tentang dividen di atas, maka para pemegang saham bisa menjadikannya referensi dalam hak dividennya.

 

Was this article helpful?
Dislike 0
Views: 40