Jenis dan Cara Menghitung Rasio Rentabilitas

Last modified: Juni 10, 2019
For versions:
Estimated reading time: 2 min

Suatu perusahaan yang ingin mendapatkan laba besar di periode selanjutnya sangat penting memahami tentang rasio rentabilitas. Seperti apa rasio rentabilitas itu?

Rasio rentabilitas merupakan rasio yang sering digunakan untuk mengukur kemampuan dari suatu perusahaan dalam menghasilkan laba dalam periode waktu tertentu. Rumus umum yang sering digunakan adalah L/M dimana L merupakan laba dan M merupakan modal yang dihasilkan sebuah perusahaan untuk tujuan menghasilkan laba.

Lantas bagaimana cara menghitungnya? Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang jenis rasio rentabilitas dan juga cara menghitung rasio rentabilitas yang penting Anda tahu!

Jenis – Jenis Rasio Rentabilitas

Rentabilitas ekonomi

Rentabilitas ekonomi dalam rasio rentabilitas merupakan suatu kemampuan perusahaan untuk dapat menghasilkan laba yang berasal dari modal asing atau berasal dari modal pribadi pemilik perusahaan (prive).

Rentabilitas modal sendiri

Rentabilitas modal sendiri merupakan suatu kemampuan perusahaan untuk dapat menghasilkan laba yang berasal dari modal keuangan milik pribadi.

Cara Menghitung Rasio Rentabilitas

Profit margin

Profit margin merupakan cara menghitung rasio rentabilitas atau kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba atau profit dalam tingkat penjualan tertentu.

Laporan profit margin ini dapat diketahui melalui laporan common size di laporan laba rugi pada bagian baris yang paling akhir. Mengenai bagaimana rumus perhitungan profit margin bisa dilakukan dengan rumus sebagai berikut ini :

Menghitung margin laba = Laba bersih : penjualan x 100%

Gross profit margin

Gross profit margin merupakan margin laba kotor yang sebenarnya adalah suatu metode perbandingan pendapatan laba kotor yang didapatkan oleh perusahaan dalam periode tertentu dibandingkan dengan besarnya tingkat penjualan pada satu periode yang sama.

Rasio ini dapat membuat Anda tahu seberapa besar laba kotor yang didapatkan oleh suatu perusahaan sebelum dikurangi dengan beberapa biaya operasional dan biaya produksi. Mengenai bagaimana rumus perhitungannya sendiri sebagai berikut :

Menghitung margin laba kotor = laba kotor : penjualan bersih x 100%

Net profit margin

Net profit margin merupakan suatu laba bersih yang digunakan dalam mengukur seberapa besar laba bersih yang didapatkan suatu perusahaan setelah dikurangi dengan berbagai macam hal. Dalam net profit margin, semakin tinggi rasio net profit marginnya, maka akan semakin besar laba bersih yang dihasilkan.

Untuk bisa mendapatkan net profit margin yang tinggi, maka dari segi penjualan juga harus ditingkatkan. Mengenai seperti apa rumus perhitungan rasionya sebagai berikut ini :

Menghitung margin laba bersih = laba bersih setelah pajak : penjualan bersih x 100%

Return on investment

Return on investment atau ROI merupakan suatu kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan yang sebesar mungkin untuk menutup biaya yang telah dikeluarkan ketika investasi. Nah, mengenai besaran laba yang digunakan untuk menutup biaya investasi ini adalah laba bersih setelah dikenakan pajak atau EAT.

Berikut rumus perhitungannya :

Menghitung ROI = EAT (laba bersih setelah dikenakan pajak) : investasi x 100%

Return on Assets

Return on assets atau yang sering disebut dengan rentabilitas ekonomis merupakan suatu kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan mengandalkan semua aktiva yang telah dimiliki oleh sebuah perusahaan.

Laba yang digunakan untuk menutup asset ini merupakan laba sebelum terkena bunga bank dan pajak atau yang disebut dengan EBIT. Rumus perhitungannya sebagai berikut :

Rentabilitas ekonomis = EBIT (laba yang digunakan menutup asset sebelum dikenakan bunga bank dan pajak) : Total aktiva x 100%

Itulah berbagai jenis dan cara menghitung rasio rentabilitas yang perlu Anda perhatikan. Semoga informasi diatas menjadi informasi yang bermanfaat untuk Anda.

Was this article helpful?
Dislike 0
Views: 257