Jenis – Jenis Rasio Solvabilitas Bagi Suatu Perusahaan

Last modified: Juni 10, 2019
For versions:
Estimated reading time: 2 min

Sebelum kita membahas tentang rasio solvabilitas itu yang seperti apa, kita perlu tahu juga tentang solvabilitas itu sendiri. Solvabilitas merupakan suatu kemampuan bagi perusahaan untuk melunasi seluruh utang dengan menggunakan semua asset menjadi penjamin utang.

Sementara rasio solvabilitas juga disebut dengan leverage. Rasio solvabilitas atau leverage ini merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam melunasi semua kewajiban baik itu kewajiban jangka pendek, jangka menengah atau kewajiban jangka panjang. Caranya dengan jaminan aktiva atau kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan sampai perusahaan mengalami likuidiasi.

Rasio solvabilitas bagi suatu perusahaan hadir dalam beberapa jenis. Adapun jenis – jenis rasio solvabilitas bisa Anda ketahui dalam uraian informasi di bawah ini!

Jenis – Jenis Rasio Solvabilitas Bagi Suatu Perusahaan

Rasio utang atas modal atau ekuitas atau debt to equity ratio

Debt to equity ratio merupakan konsep rasio yang memaparkan porsi yang relatif antara ekuitas dan utang yang digunakan untuk membiayai asset perusahaan. Debt to equity ratio akan membandingkan antara total kewajiban atau liabilities dengan ekuitas atau equity.

Utang tidak boleh lebih besar dibandingkan modal agar beban perusahaan tidak bertambah. Sementara tingkat rasio yang rendah memberikan arti bahwa kondisi dari perusahaan yang semakin baik. Hal tersebut karena porsi utang terhadap modal bisa semakin kecil nilainya.

Rasio ini memperlihatkan bahwa dana pinjaman yang segera jatuh tempo akan ditagih dibandingkan dengan modal yang dimiliki. Semakin kecil rasio ini, hal tersebut berarti bahwa kondisi perusahaan juga semakin baik karena modal untuk menjamin utang lancar masih cukup besar.

Rasio ini memiliki batas terendah sebesar 100% atau 1 : 1 dimana rumusnya sebagai berikut :

Debt to equity ratio (DER) = Total utang atau ekuitas (modal) x 100%

Rasio utang atau debt rasio

Rasio ini membandingkan total utang atau total liabilities dengan total asset yang sudah dimiliki. Aset dan juga ekuitas sendiri berbeda sehingga Anda harus tahu mengetahui lebih dulu tentang nilai asset dan juga nilai ekuitas.

Rasio ini merupakan rasio yang memperlihatkan kemampuan perusahaan untuk mendapatkan pinjaman baru sebagai tambahan modal dengan jaminan aktiva tetap yang dimiliki oleh perusahaan. Jika tingkat rasio ini semakin tinggi, maka jaminan yang berupa asset yang ada dan juga uang yang diberikan oleh kreditor dalam jangka panjang akan menjadi semakin terjamin.

Utang yang dihitung dalam hal ini merupakan semua utang perusahaan baik jangka pendek atau jangka panjang. Kreditor sendiri biasanya lebih memilih debt ratio dalam tingkatan yang rendah karena kondisi perusahaan aman dan tidak akan mengalami kebangkrutan. Tingkat rasio yang rendah menjadikan kondisi perusahaan semakin aman dimana rumusnya sebagai berikut :

  • Rasio utang = total utang atau total asset x 100%

Times interest earned ratio

Rasio ini merupakan nilai untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam melunasi beban bunga di masa yang akan datang. Times interest earned ratio juga disebut dengan interest coverage ratio dimana rasio ini membandingkan laba sebelum pajak dan bunga atas biaya bunga yang sesuai dengan prinsip – prinsip dasar akuntansi.

Rumusnya sebagai berikut :

Times interest earned ratio = laba sebelum pajak dan bunga atau beban bunga x 100%

Demikian berbagai jenis rasio solvabilitas bagi suatu perusahaan yang Anda harus tahu dan pahami. Semoga informasi yang kami berikan diatas menjadi informasi yang bermanfaat.

Was this article helpful?
Dislike 0
Views: 6