-0.8 C
New York
Jumat, Desember 13, 2019

Kesalahan Dalam Investasi Saham Yang Wajib Dihindari

Last modified: Mei 20, 2019
For versions:
Estimated reading time: 2 min

Investasi saham memiliki risiko keuntungan dan kerugian yang tak jauh berbeda. Di samping itu, naik ataupun turunnya nilai saham bisa terjadi sewaktu-waktu. Namun, besarnya keuntungan yang ditawarkan dari investasi saham menjadikan banyak orang kurang berhati-hati dalam berinvestasi sehingga terjadi kesalahan. Tak heran, jika banyak investor saham mengalami kegagalan.

Daftar kesalahan dalam berinvestasi saham yang harus dihindari.

To top
  1. Berfokus Hanya Pada Satu Saham

Seorang investor yang hanya berfokus pada satu saham akan cenderung memperhatikan hal baik tanpa mempedulikan hal buruk terkait saham yang disukainya. Oleh sebab itu, penting untuk menggunakan saham sebagai alat mencapai tujuan keuangan dan bukan terpaku padanya. Karena pada akhirnya saham akan dilepas.

  1. Kurang Memahami Fundamental

Kebanyakan investor terpengaruh tren sesaat dari analisa teknikal dan terlalu berambisi menghasilkan profit cepat tanpa memahami fundamental perusahaan. Sedangkan keuntungan maupun kerugian dari investasi saham sangat bergantung pada fundamental perusahaan.

  1. Mudah Putus Asa Dan Menyerah

Investasi saham tidak bisa lepas dari risiko ketidakpastian. Oleh karena itu, penting bagi seorang investor untuk siap menghadapi segala kemungkinan dalam bisnis investasi saham.

  1. Terjebak Oleh Harga Saham Murah yang Kurang Berkualitas

Keuntungan dari investasi bukan pada banyaknya saham yang dipegang, melainkan masa depan dari perusahaan saham tersebut. Banyak investor asal memilih saham murah, karena kurang selektif dalam memilih dan lebih memperioritaskan harga.

  1. Pesimis untuk Berinvestasi saat Pasar Turun

Bursa saham akan menaikkan harga saham (bullish) saat perekonomian bagus dan menurunkannya (bearish) saat perekonomian kurang baik. Investor yang cerdas tidak akan hanya berinvestasi saat kondisi pasar bagus saja, tetapi juga saat pasar turun. Hal ini dikarenakan akan banyak saham murah ditawarkan pada saat pasar turun.

  1. Masuk pada Transaksi Jangka Pendek yang Berisiko

Meskipun keuntungan yang ditawarkan sangatlah menggiurkan, ditambah lagi kecepatan waktunya. Namun, sebenarnya transaksi ini sangatlah berisiko besar. Banyak pasar saham yang menghasilkan return positif membutuhkan waktu sekitar tiga tahun atau lebih.

  1. Kurang Mempedulikan Portofolio

Setiap portofolio yang dibeli haruslah dimonitor secara berkala. Hal ini dilakukan agar dapat membeli saham lagi saat saham bagus dan menjualnya saat saham tersebut turun.

  1. Terbawa Arus Panik

Banyak investor yang terbawa arus panic selling dikarenakan terlalu panik akan jatuhnya harga saham. Hal ini menyebabkan investor tak lagi peduli pada harga karena takut harganya semakin jatuh. Fenomena seperti dapat dihindari dengan terlebih dulu menganalisis apakah saham yang hendak dijual masih layak untuk dipegang atau tidak.

  1. Sangat Takut Kerugian

Kesalahan yang banyak dilakukan investor adalah mencairkan profit kecil-kecilan dan tak mau rugi dengan cut loss terhadap saham yang turun. Lebih parah lagi banyak investor tidak memperhatikan fundamental saham yang dipegangnya saat turun.

  1. Salah Pilih Pasar

Situasi paniknya pasar sering membuat harga saham overpriced ataupun underpriced. Saham harusnya proposional dengan jumlah kapital maupun prospek pendapatan perusahaan. Banyak investor membeli saat pasar bullish, sehingga tak jarang terjebak dengan saham overpriced. Sedangkan di pasar beraish, investor pesimis dan malah menjual saham-sahamnya. Investasi saham haruslah didasarkan pada nilai intrinsiknya, sehingga investor tidak boleh mengambil keputusan yang ekstrim.

  1. Salah Mengikuti Trik Investasi Saham

Investor tidak boleh asal menerima trik atau tips dalam berinvestasi, melainkan harus terlebih dulu menganalisisnya. Tak ada yang menjamin kesuksesan dalam investasi saham. Oleh sebab itu, pengetahuan yang cukup terhadap analisa perusahaan serta selalu mengamati kondisi perekonomian dan pasar sangatlah penting.

Hal yang tak kalah penting adalah menghindari kesalahan yang biasa dilakukan investor dan memperhatikan empat hal, yaitu method (metode), money (keuangan), mind (pikiran), dan management.

Itulah kesalahan-kesalahan yang banyak dilakukan oleh investor dalam investasi saham yang wajib dihindari. Karena salah satu kunci sukses dalam berinvestasi adalah belajar dari kesalahan dan pengalaman investor lain.

 

Was this article helpful?
Dislike 0
Views: 11