Langkah – Langkah Tutup Buku dalam Akuntansi dan Manfaatnya

Last modified: Juni 10, 2019
For versions:
Estimated reading time: 2 min

Dalam dunia akuntansi, istilah tutup buku bukan merupakan istilah yang asing. Dalam satu periode akuntansi, tutup buku pasti dilakukan. Tutup buku dilakukan dalam dua tahap yaitu pada akhir bulan dan pada akhir tahun.

Konsep dasar tutup buku sendiri adalah pemindahan nilai saldo akhir setiap akun yang terdapat di neraca untuk dijadikan sebagai saldo awal di bulan atau tahun berikutnya.

Sementara nilai saldo akhir di setiap akun yang terdapat pada laba rugi ditutup dan kemudian dipindahkan ke akun laba tahun berjalan setiap bulannya dan laba tahun berjalan akan ditutup dan kemudian dipindahkan kea kun retained earnings atau laba ditahan. Mengenai bagaimana langkah – langkah tutup buku dalam akuntansi dan seperti apa manfaatnya bisa Anda simak dalam informasi di bawah ini!

Langkah – Langkah Tutup Buku dalam Akuntansi dan Manfaatnya

Menutup saldo pendapatan

Dalam rangka melakukan penutupan atas saldo pendapatan, cara yang Anda perlu lakukan adalah mendebet akun yang nominal balancenya di kredit dan mengkredit akun yang nominal balancenya di debet. Sehingga nilainya nanti akan nol.

Akun penutupannya sebagai berikut :

Pendapatan (D)

Ikhtisar laba atau rugi (K)

Menutup saldo beban

Konsepnya masih sama. Dalam pembuatan laporan tutup buku, Anda hanya perlu menutup akun – akunnya dengan mengkredit akun yang normal balancenya di debet dan mendebet akun yang normal balancenya di kredit.

Akun yang muncul nantinya sebagai berikut :

Ikhtisar laba atau rugi (D)

Beban (K)

Menutup ikhtisar laba atau rugi

Dalam menutup ikhtisar laba atau rugi, penutupannya adalah pada akun modal. Modal ini dapat berupa laba tahun berjalan dimana nilainya berasal dari laba atau rugi yang didapatkan dari laporan laba atau rugi.

Ikhtisar laba atau rugi (D)

Modal (K)

Manfaat Tutup Buku dalam Akuntansi

Digunakan untuk tujuan melaporkan keuangan

Hal ini sangat penting agar Anda bisa tahu tentang bagaimana kondisi keuangan perusahaan. Dengan melakukan tutup buku secara berkala hal tersebut juga sekaligus akan semakin memudahkan Anda jika sewaktu – waktu pihak eksternal atau pihak internal perusahaan meminta data keuangan perusahaan, misalkan untuk pajak, direksi dan pemodal.

Mengetahui laba rugi perusahaan di periode akuntansi yang berjalan

Anda harus mampu memastikan bahwa perusahaan yang sedang dikelola dalam kondisi baik – baik saja. Lantas, bagaimana cara agar Anda bisa tahu kondisi perusahaan? Caranya untuk mengetahui keadaan perusahaan adalah dengan melihat tutup buku.

Didalam tutup buku Anda bisa tahu status keuangan pada sebuah periode. Apakah dalam periode tersebut perusahaan mengalami kerugian atau mengalami keuntungan, hal tersebut perlu untuk Anda pertimbangkan.

Untuk mengetahui berapa saldo akhirnya

Sebagai pemilik perusahaan tentu sangat penting bagi Anda untuk bisa tahu berapa nilai saldo akhir yang dimiliki oleh perusahaan. Hal ini tentu akan membuat Anda semakin memahami secara detail tentang perkembangan bisnis yang sedang Anda kelola.

Selain itu, Anda juga dapat mengetahui apakah target pemasukan atau pendapatan di bulan atau tahun tersebut yang diinginkan perusahaan sudah tercapai atau tidak. Nilai saldo akhir didalam neraca juga akan membuat berbagai pihak seperti halnya pemilik saham, dan juga direksi mengetahui jumlah keuangan dan juga kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan.

Itulah langkah – langkah tutup buku dalam akuntansi dan manfaatnya yang penting Anda tahu. Semoga informasi yang kami berikan diatas menjadi informasi yang bermanfaat dan menginspirasi.

Was this article helpful?
Dislike 0
Views: 0