-0.8 C
New York
Jumat, Desember 13, 2019

Mengenal Jenis – Jenis Obligasi Konversi

Last modified: Agustus 9, 2019
For versions:
Estimated reading time: 2 min

Obligasi konversi atau yang dikenal dengan istilah convertible bond merupakan suatu jenis obligasi yang dapat dikonversikan menjadi saham. Obligasi konversi berasal dari penerbit obligasi. Obligasi ini biasanya terdapat pada rasio pertukaran yang sudah ditentukan lebih dulu oleh pihak penerbitan obligasi.

Obligasi konversi merupakan suatu bentuk obligasi yang hadir dalam tingkat suku bunga yang rendah. Pemegang obligasi dianggap sudah menerima kompensasi berupa suatu kesempatan demi menukarkan atau mengonversikan obligasinya dengan saham biasa.

Jika kita bandingkan dengan harga saham yang beredar di pasaran, obligasi konversi harganya jauh lebih rendah. Obligasi konversi juga hadir dalam beberapa jenis yang dapat menjadi pilihan untuk dimiliki. Berikut informasinya untuk Anda!

Jenis – Jenis Obligasi Konversi  

Obligasi tukar

Obligasi tukar juga sering dikenal dengan istilah Exchangeable convertibles. Pada obligasi jenis ini, saham yang menjadi asset dasar dari suatu obligasi merupakan saham dari perusahaan yang berbeda dari perusahaan yang menerbitkan obligasi.

Obligasi wajib konversi

Untuk jenis obligasi ini biasa disebut dengan Mandatory convertibles. Obligasi mandatory convertibles atau wajib konversi merupakan obligasi yang memiliki imbal hasil tinggi yang wajib untuk dikonversikan menjadi saham biasa berdasarkan harga pasar yang berlaku ketika dilakukan konversi. Jenis obligasi ini tergolong ke dalam obligasi jangka pendek.

Obligasi konversi bersyarat

Obligasi konversi bersyarat atau yang dikenal dengan istilah contingent convertibles merupakan obligasi dengan persyaratan. Obligasi ini menekankan fakta bahwa pihak investor hanya diperkenankan untuk melakukan konversi obligasi menjadi saham perusahaan jika harga saham yang berlaku di pasar modal telah mencapai presentase angka tertentu diatas harga konversinya.

Sebagai contoh, suatu obligasi konversi bersyarat dengan nilai saham perusahaan yang menjadi dasarnya sebesar Rp 1000 di waktu penerbitan obligasi. Kemudian dikenakan premi konversi sebesar 30% atas obligasi tersebut. Kemudian syarat pemicunya konversi sebesar 120%, maka obligasi tersebut dapat dikonversikan ke saham dengan nilai konversi per lembar sahamnya sebesar Rp 1.300 jika harga saham di pasaran berada diatas harga 120% x 1300 atau Rp 1.560.

Fitur konversi bersyarat dalam obligasi ini seringkali digunakan oleh penerbit obligasi karena saham yang menjadi asset acuan atau asset dasar obligasi tidak perlu dimasukkan menjadi nilai perhitungan dilusi rasio laba terhadap saham yang beredar selama saham tersebut diperdagangkan di bawah harga konversi bersyarat.

Yang terjadi juga berlaku sebaliknya bahwa pada jenis obligasi konversi tanpa syarat, mengakibatkan terjadinya dilusi saham beredar yang dapat mengurangi rasio laba atas saham yang beredar. Akibatnya dilusi saham beredar ini dihitung dengan menggunakan metode as if converted yang menggunakan nilai EPS lebih konservatif.

Mengenai seperti apa perubahan yang terjadi pada prinsip dasar akuntansi atas obligasi secara umum telah menghilangkan perlakuan khusus pada jenis obligasi konversi bersyarat. Dengan demikian jenis obligasi konversi bersyarat tak lagi populer di kalangan orang yang menggunakan produk obligasi.

Obligasi konversi saham preferen

Obligasi konversi saham preferen juga dikenal dengan istilah convertible preferred stock. Jenis obligasi ini seperti obligasi biasa. Akan tetapi obligasi konversi saham preferen memiliki peringkat senioritas yang lebih rendah didalam struktur modalnya.

Bagi Anda yang sedang mencari saham dengan nilai yang rendah namun tetap aman dalam investasi, maka Anda bisa menggunakan obligasi konversi. Anda dapat memilih salah satu dari beberapa jenis obligasi konversi yang ada di pasaran.

Was this article helpful?
Dislike 0
Views: 2