-0.9 C
New York City
Selasa, Januari 21, 2020

Mengenal Top Down Forecasting Dalam Bisnis

Last modified: Juni 11, 2019
For versions:
Estimated reading time: 2 min

Dalam bisnis ada yang dikenal dengan istilah peramalan. Peramalan dalam bisnis terbagi ke dalam dua metode peramalan yaitu metode peramalan top down forecasting dan bottom up forecasting. Seperti apa metode peramalan tersebut?

Memang ada dua metode peramalan dalam bisnis yang bisa digunakan. Akan tetapi pada kesempatan kali ini kita akan membahas salah satunya. Kita akan bahas mengenai top down forecasting. Apa itu top down forecasting dan bagaimana fungsi dan seluk beluk top down forecasting? Semua itu akan kami kupas dalam informasi menarik di bawah ini!

Mengenal Top Down Forecasting Dalam Bisnis

Metode top down forecasting dalam suatu bisnis merupakan suatu metode peramalan atau penaksiran yang dimulai dengan menggunakan hasil peramalan dari berbagai kondisi bisnis secara umum yang dibuat oleh para peneliti dari berbagai lembaga pemerintah atau akademisi.

Peramalan yang semacam ini dibuat secara rutin kemudian diterbitkan di kalangan pemerintah atau di kalangan swasta. Selain itu, ramalan yang detail dibuat sesuai dengan pesanan yang akan digunakan oleh organisasi tertentu yang bergerak didalam peramalan ekonometrik.

Peramalan ekonometrik sendiri yaitu merupakan sebuah peramalan dengan kecenderungan terhadap nilai ekonomi, prosedur statistic dan matematis. Secara umum, peramalan digunakan dengan metode peramalan secara ekstrinsik yang digunakan untuk meramalkan berbagai macam kelompok produk seperti halnya ban atau juga sepatu.

Nah, metode ini menganggap bahwa di waktu yang lalu, terdapat berbagai hubungan antara penjualan barang dengan faktor yang berkaitan secara eksternal seperti halnya tingkat pendapatan atau pertumbuhan penduduk.

Berbagai macam perubahan dalam faktor eksternal sendiri juga ada kaitannya yang begitu erat dengan produk di masa lalu dimana hal ini akan berlangsung sampai di beberapa waktu yang akan datang. Metode statistic yang sering digunakan sendiri dalam mencari hubungan ini diantaranya adalah analisa regresi dan juga korelasi. Dalam penggunaan metodenya sendiri butuh yang namanya suatu data historis dimana data tersebut yang nantinya akan digunakan untuk mengembangkan persamaan regresi dan skill untuk memperkirakan faktor predictor dalam membuat sebuah peramalan.

Mengenai seperti apa estimasi faktor predictor tersebut harus dilakukan secara tepat dan secara seksama. Mengapa?  Karena tentu jika terjadi suatu kesalahan, maka peramalan atas permintaan yang akan datang juga akan menjadi hal yang salah.

Top down forecasting dalam bisnis bekerja dengan sangat baik jika kekuatan pasar untuk item produk dan area pasar yang cenderung sama. Sebagai contoh, jika Anda berjualan sepatu sekolah dan juga baju olahraga yang sama dengan pesaing Anda di lingkungan Anda yang berjualan dengan produk yang sama, maka akan sangat masuk akal jika kalian berdua juga memiliki segala macam kemungkinan yang cenderung sama pergerakannya.

Satu hal yang Anda harus tahu, bahwa teknik peramalan top down akan bekerja dengan sangat baik jika diterapkan untuk perencanaan anggaran dan juga strategi karena dapat memberikan prediksi atas gambaran besar dari penjualan secara menyeluruh.

Ketika pasar dan iklan barang berada pada kondisi yang berbeda, maka metode Top down forecasting memprediksi penjualan dengan buruk. Jadi yang Anda harus tahu bahwa teknik Top down forecasting akan kurang berhasil untuk diterapkan pada tingkat item jika dibandingkan dengan metode peramalan bottom up.

Mengenai hasil rata – rata yang didapatkan dari peramalan Top down forecasting tidak mewakili komponen individu secara tepat. Nah, untuk alasan inilah peramalan top down bisa dibilang kurang cocok untuk perencanaan manufaktur dan juga kegiatan distribusi tertentu.

Metode Top down forecasting sangat penting untuk perencanaan bisnis serta pengambilan keputusan yang secara tepat dilakukan. Hal ini juga diperlukan demi memantau terjadinya arus kas, melakukan identifikasi atas titik impas dan menilai suatu kemampuan pengembalian hutang, mengamankan pembiayaan dari luar serta memaksimalkan potensi laba.

Itulah berbagai hal penting tentang Top down forecasting dalam bisnis yang penting Anda tahu dan perhatikan. Semoga dengan informasi diatas, kita semua bisa semakin tahu dan paham tentang Top down forecasting yang sebenarnya.

Was this article helpful?
Dislike 0
Views: 90