-0.8 C
New York
Jumat, Desember 13, 2019

Perbedaan Pasar Reguler, Pasar Negosiasi dan Pasar Tunai

Last modified: Agustus 9, 2019
For versions:
Estimated reading time: 2 min

Dalam ranah pasar saham, kita mengenal jenis pasar jika dilihat dari waktu transaksinya yaitu pasar perdana atau pasar primer dan pasar sekunder. Pasar sekunder sendiri terbagi ke dalam tiga tingkatan jenis yaitu pasar reguler, pasar negosiasi dan pasar tunai.

Nah, pada kesempatan kali ini kita akan berbagi informasi tentang apa yang menjadi perbedaan antara pasar reguler, pasar negosiasi dan pasar tunai. Anda bisa simak ulasan informasi selengkapnya di bawah ini!

Perbedaan Pasar Reguler, Pasar Negosiasi dan Pasar Tunai

Pasar reguler

Pasar reguler merupakan suatu pasar dimana setiap investor melakukan berbagai macam upaya transaksi dengan kenaikan harga yang telah ditentukan oleh fraksi harga. Transaksi saham memanfaatkan berbagai jenis tawar menawar yang berlangsung secara konsisten dan terus menerus selama periode dagang tersebut berlangsung.

Mekanisme tawar menawar yang terjadi secara lelang dilakukan dengan continuous atau berkesinambungan oleh anggota bursa efek melalui Jakarta Automated Trading System. Penyelesaiannya sendiri dilakukan di hari bursa yang ke tiga setelah transaksi bursa terjadi.

Sehingga bisa dibilang bahwa harga saham dapat berubah terus menerus setiap waktu dimana harga – harga yang terjadi di pasar akan digunakan menjadi dasar perhitungan atas indeks saham yang terjadi di bursa efek Indonesia.

Mengenai bagaimana kondisi tawar menawar yang terjadi di pasar reguler, semuanya dilakukan dengan pemasangan harga beli dan harga jual oleh setiap pialangnya. Pemasangan harga yang telah dicanangkan oleh pialang tersebut ditayangkan di papan elektronik bursa efek Indonesia dan bisa dilihat secara umum dan secara lebih transparan.

Bid dan offernya akan bergerak sesuai dengan kondisi pasar yang disebut dengan mekanisme dinamika pasar  sampai harga yang sama bertemu hingga suatu transaksi terjadi. Selain itu, supaya tidak terjadi spekulasi harga yang berlebihan di pasar, bursa efek pun menetapkan batas atas dan juga batas bawah dari auto rejection. Apa yang menjadi tujuannya? Salah satu aspek yang menjadi tujuannya adalah untuk membantu menjaga supaya harga saham tidak berubah terlalu tinggi atau terlalu rendah sehingga perdagangan bisa tetap berjalan secara wajar.

Pasar negosiasi

Pasar negosiasi dilakukan atas dasar tawar menawar secara individual antara anggota bursa beli dan anggota bursa jual. Pedoman dalam perdagangan dan kondisi tawar menawar tersebut adalah didasarkan atas kurs terakhir di pasar reguler dan tidak secara lelang berkesinambungan dimana penyelesaiannya dapat dilakukan atas dasar kesepakatan anggota bursa efek.

Terdapat sedikit aturan didalam pasar negosiasi. Aturan tersebut diberikan karena pasar negosiasi tidak memberlakukan soal batasan auto rejection sehingga jika kemudian investor ingin melakukan suatu transaksi di luar batas harga auto rejection, maka anggota bursa wajib melaporkan pada BEI dengan alasan juga tujuan dari transaksi secara jelas.

Pasar tunai

Pasar tunai kondisinya sama persis dengan pasar reguler. Hanya saja yang berbeda hanya terdapat pada sistem pembayarannya. Di pasar reguler, penyelesaian transaksi adalah tiga hari setelah transaksi. Namun di pasar tunai sistem pembayarannya di hari itu juga ketika transaksi terjadi.

Pasar tunai tersedia untuk menyelesaikan kegagalan yang terjadi pada anggota bursa didalam memenuhi kewajibannya di pasar reguler dan di pasar negosiasi. Jadi misalkan pada transaksi short selling, pasar tunai melaksanakan transaksi tersebut dengan prinsip pembayaran dan penyerahan seketika atau cash and carry.

Itulah yang menjadi pembeda antara pasar reguler, pasar negosiasi dan pasar tunai. Dalam pelaksanaannya, Anda bisa melakukan transaksi di ketiga pasar tersebut tergantung kondisi dan kebutuhannya.

Was this article helpful?
Dislike 0
Views: 8