Prinsip Akuntansi Dasar yang Anda Harus Tahu

Last modified: Juni 10, 2019
For versions:
Estimated reading time: 2 min

Dalam ilmu akuntansi, ada yang disebut dengan prinsip akuntansi. Apa itu prinsip akuntansi? Prinsip akuntansi merupakan suatu konsep dasar yang menjadi indikator dalam tata laksana kegiatan atau proses akuntansi yang ada dan saling berkaitan.

Dengan menjadikan prinsip akuntansi sebagai acuan dalam pembuatan serta penyusunan laporan keuangan, maka tentu hasil laporan keuangan yang dihasilkan nantinya akan akurat dan juga sesuai dengan informasi yang tersedia.

Prinsip akuntansi di Indonesia diatur oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) yang merupakan suatu badan yang mengatur kebijakan dan peraturan akuntansi yang berlaku di Indonesia. Sebenarnya ada 10 prinsip akuntansi yang harus dikenal, namun secara garis besar kita mengenal 5 prinsip akuntansi dasar yang informasinya bisa Anda simak berikut ini!

Prinsip Akuntansi Dasar yang Anda Harus Tahu

Historical cost principle atau prinsip dasar biaya historis

Prinsip akuntansi dasar yang satu ini menghendaki digunakannya harga perolehan didalam melakukan prosedur pencatatan utang, modal, aktiva dan juga biaya. Lantas apa yang dimaksud dengan harga perolehan?

Harga perolehan adalah sebuah harga pertukaran yang sudah disepakati oleh kedua pihak yang saling berkaitan satu sama lain dalam transaksi yang dilakukan. Harga perolehan tersebut memang harus terjadi didalam transaksi antara kedua belah pihak yang bebas dimana pada prinsip dasarnya, semua yang dicatat akan digunakan di awal pencatatan.

Hal tersebut disebabkan karena adanya biaya perolehan dimana biasanya hal tersebut merupakan penaksiran terbaik untuk mendapatkan nilai pasar wajar dari hutang atau harta.

Revenue recognition principle atau prinsip pengakuan pendapatan

Prinsip pengakuan pendapatan merupakan suatu aliran masuk harta – harta atau dana yang tergolong ke dalam aktiva. Harta tersebut muncul dari penyerahan jasa atau barang yang dilakukan selama periode tertentu oleh suatu unit usaha.

Dasar yang digunakan sebagai alat ukur atas besarnya pendapatan adalah jumlah kas atau ekuivalen yang didapatkan dari semua transaksi penjualan dengan berbagai pihak secara bebas.

Matching principle atau prinsip mempertemukan

Prinsip ini merupakan sebuah prinsip mempertemukan biaya dengan pendapatan yang muncul karena biaya yang ada. Prinsip ini sangat berfungsi untuk menentukan besarnya penghasilan bersih dalam masing – masing periode.

Biaya tersebut harus dipertemukan dengan pendapatan, sehingga semua beban atas biaya pada akhirnya akan bergantung ketika pengakuan pendapatan digunakan. Jika terjadi suatu penundaan pengakuan pendapatan, maka beban biaya pasti juga akan ditunda sampai di saat ditetapkannya pendapatan tersebut.

Consistency principle atau prinsip konsistensi

Agar suatu laporan keuangan dapat diperbandingkan antara hasil laporan keuangan di tahun ini dan di tahun – tahun yang sebelumnya, maka metode dan prosedur yang digunakan didalam proses akuntansi harus juga ditetapkan secara konsisten dari tahun ke tahun.

Sehingga pada akhirnya nanti jika memang ditemukan adanya perbedaan antara suatu pos dalam dua periode, maka hal tersebut dapat segera diketahui bahwa perbedaan yang ada bukan merupakan selisih akibat penggunaan dua buah metode yang berbeda.

Full disclosure principle atau prinsip pengungkapan penuh

Prinsip yang dimaksud ini adalah penyajian semua informasi yang lengkap dan kompleks dalam laporan keuangan. Hal tersebut karena informasi yang diberikan merupakan ringkasan dari semua transaksi yang terjadi didalam satu periode. Semua saldo dari rekening tertentu juga tidak mungkin untuk memasukkan semua informasi yang ada sekaligus ke dalam sebuah laporan keuangan.

Itulah beberapa dari sebagian besar prinsip akuntansi dasar yang perlu diketahui. Semoga informasi diatas menjadi informasi yang dapat menambah pengetahuan kita semuanya.

Was this article helpful?
Dislike 0
Views: 12