Tujuan dan Instrumen Kebijakan Moneter

Last modified: Juni 10, 2019
For versions:
Estimated reading time: 2 min

Kebijakan moneter merupakan suatu bentuk kebijakan yang diambil oleh bank sentral dalam hal ini Bank Indonesia. Suatu kebijakan moneter dalam sebuah negara dilakukan salah satunya adalah untuk melakukan pemeliharaan dan mencapai stabilitas nilai mata uang di sebuah negara.

Selain untuk tujuan menstabilkan nilai mata uang di sebuah negara, kebijakan moneter juga memiliki berbagai macam tujuan lain. Lantas, apa sajakah tujuan dari kebijakan moneter yang lainnya dan bagaimana instrument kebijakan moneter yang diperlukan? Berikut informasi selengkapnya yang penting Anda tahu!

Tujuan dan Instrumen Kebijakan Moneter

Sebenarnya tujuan dari kebijakan moneter bukan hal yang statis. Akan tetapi kebanyakan dari negara menetapkan tujuan kebijakan moneter atas dasar empat hal utama berikut ini :

  • Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan melakukan pemerataan pendapatan
  • Memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat luas
  • Menstabilkan harga
  • Mempengaruhi keseimbangan neraca pembayaran

Adapun instrumen yang biasa digunakan oleh pemerintah dan berpengaruh atas kebijakan moneter diantaranya sebagai berikut :

Kebijakan operasi pasar terbuka

Operasi pasar terbuka merupakan salah satu kebijakan yang diambil oleh bank sentral demi mengurangi atau menambah jumlah uang yang beredar. Kebijakan yang satu ini dilakukan dengan cara menjual sertifikat Bank Indonesia atau digunakan untuk membeli surat berharga yang ada di pasar modal.

Kebijakan diskonto

Diskonto merupakan suatu kebijakan pemerintah yang dilakukan untuk mengurangi atau menambah jumlah uang yang beredar dengan cara mengubah diskonto bank umum. Jika kemudian bank sentral memperhitungkan jumlah uang beredar yang telah melebihi kebutuhan atau gejala inflasi, maka bank sentral akan mengeluarkan keputusan untuk menaikkan tingkat suku bunga. Dengan menaikkan tingkat suku bunganya, hal tersebut akan merangsang rasa keinginan orang untuk mulai menabung.

Kebijakan cadangan kas

Bank sentral dapat membuat suatu peraturan untuk menaikkan atau menurunkan cadangan kas (cash ratio). Bank umum, menerima uang dari nasabah dalam bentuk tabungan, giro, sertifikat deposito, deposito, dan juga jenis tabungan yang lain. Terdapat presentase tertentu dari uang yang disetorkan nasabah dan tidak boleh dipinjamkan.

Kebijakan kredit ketat

Kredit ketat bukannya kredit yang semakin sulit. Tidak seperti itu. Kredit tetap diberikan kepada bank umum, akan tetapi bagaimana pemberiannya harus benar – benar didasarkan terhadap syarat 5C diantaranya yaitu Character, Capability, Collateral, Capital dan juga Condition of Economy.

Dengan adanya suatu kebijakan kredit ketat, jumlah uang yang beredar dapat diawasi dengan baik. Langkah – langkah dari kebijakan ini sendiri biasa diambil di waktu ekonomi sedang mengalami berbagai gejala tentang inflasi.

Kebijakan dorongan moral

Bank sentral juga dapat berpengaruh atas jumlah uang yang beredar dengan berbagai macam pidato, pengumuman, dan juga edaran yang ditujukan di bank umum dan pelaku moneter yang lainnya.

Isi dari pengumuman, pidato dan juga edarannya sendiri dapat berupa ajakan atau larangan untuk menahan pinjaman tabungan atau pun melepaskan pinjaman. Semua itu penting dan dilakukan demi memberikan kebijakan terbaik termasuk memberikan dorongan secara moral agar semuanya jadi semakin lebih baik lagi. Sistem keuangan lebih baik, pemerintahan dan masyarakat pun juga memiliki kehidupan yang lebih baik.

Itulah informasi tentang tujuan dan instrumen kebijakan moneter yang penting Anda tahu. Semoga informasi yang kami berikan diatas menjadi informasi yang bermanfaat lagi inspiratif. Juga semoga menjadi informasi yang semakin menambah wawasan Anda tentang kebijakan moneter di Indonesia.

Was this article helpful?
Dislike 0
Views: 0