Berita Analisa Saham IHSG ndonesia

SAHAM.NEWS, JAKARTA – Emiten perbankan, PT Bank Ina Perdana Tbk memasang target pertumbuhan penyaluran kredit tumbuh 15% atau mencapai Rp1,72 triliun.

“Perusahaan akan fokus terhadap NPL tinggi serta mengurangi exposure pada perusahaan multifinance yang selama ini banyak menyumbang NPL lantaran bisnisnya yang mengetat. dan meningkatkan kredit sektor perkebunan dan manufaktur.” ujar Edy Kuntardjo, Direktur Utama Bank Ina Perdana.

“Target kami sekitar 2% kredit yang bermasalah akan kami kurangi, BINA memiliki NPL gross sebesar 3,92% untuk kuartal I 2018 ini. Upaya perseroan diharapkan dapat membantu meningkatkan laba perusahaan menjadi sekitar Rp26 miliar untuk tahun ini.” kata Edy” kata edy.

Dengan naiknya NPL maka secara otomatis perseron menanggung beban cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) sebesar Rp23,66 miliar. Untuk mengantisipasi masalah NPL, BINA telah mempersiapkan CKPN Rp8 miliar dan akan ditambah Rp8 miliar lagi pada kuartal kedua ini.

“.