Berita Analisa Saham IHSG ndonesia

SAHAM.NEWS, JAKARTA – PT Bank Victoria Internasional Tbk (BVIC) saat ini sedang menggenjot pertumbuhan kinerja perusahaan. BVIC agresif dalam peningkatan kredit diakibatkan Bank Victoria ini sedang mengalami penurunan laba bersih sebesar 15,75% atau menjadi Rp 57,14 miliar di kuartal I-2018.

“Cara mendorong profitabilitas dengan meningkatkan rasio margin bunga bersih (NIM) ke level 2,5%-3%.” ujar Rusli, Wakil Direktur Utama Bank Victoria.

Bank Victoria sendiri membukukan NIM 2,46% di kuartal I 2018 dengan posisi ROA 1% dan ROE 10%. Penyaluran kredit mencapai Rp 16,14 triliun per kuartal I-2018. Untuk periode kuartal pertama 2018, Total aset BVIC meningkat sebesar 10,35% menjadi Rp 28,08 triliun di kuartal I 2018.

Solusi agar NIM dapat membesar adalah Bank berkode saham BVIC memasang target pertumbuhan kredit 15% di tahun 2018. Meskipun kredit ditargetkan tumbuh tinggi, BVIC juga akan meningkatkan dana pihak ketiga (DPK)untuk meningkatkan rasio dana terhadap pembiayaan alias loan to financing ratio (LFR) agar tetap berada di level 70%-75% sampai akhir tahun.