Baramulti Suksessarana pasang target penjualan tumbuh 23%

105

SAHAM.NEWS, JAKARTA – Produsen batu bara PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) memasang target pertumbuhan penjualan sekitar 23% untuk periode tahun 2018 ini.

Padahal BSSR baru saja mempertimbangkan aturan domestic market obligation (DMO) batubara. Dengan penerapan peraturan tersebut maka perusahaan beresiko terdampak aturan tersebut.

“Sepertinya berat, plan budget kami akan sama dengan tahun lalu”, ujar  Eric Rahardja, Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Baramulti Suksessarana Tbk.

Meskipun Target produksi dan penjualan batubara 2018 berhasil mencapai 11,5 juta ton. Namun 10 juta ton batubara berasal dari produksi anak usaha bernama PT Antang Gunung Meratus dan sisanya 1,5juta ton berasal dari  Baramulti.

Padahal realisasi produksi batubara perseroan pada tahun 2017 lalu berhasil mencapai9,01 juta ton atau naik 13,45% yoy. Sedangkan untuk penjualan batubara pun bertumbuh hingga 9,39 juta ton atau naik 13,3% yoy.

Baramulti menyiapkan capex tahun 2018 ini sebesar US$ 20 juta agar kinerja perseroan tidak terganggu. Capex akan digunakan untuk eksplorasi, belanja mesin dan alat berat serta sisanya untuk fasilitas infrastruktur dan fasilitas pendukung lain.

“Mengenai sumber capex, perseroan akan menggunakan kas internal dan sumber pendanaan eksternal. Untuk pendanaan eksternal sendiri diperkirakan mencapai US$ 10 jutaan,” ucap Eric.

“PT Baramulti Suksessarana Tbk tidak memiliki rencana akusisi tambang baru pada tahun 2018 ini dan tetap memaksimalkan cadangan yang ada.” ujar Khoiruddin, Direktur PT Baramulti Suksessarana Tbk.

Facebook Comments