Barito Target Rampungkan Akusisi Star Energy di 2018

SAHAM.NEWS, JAKARTA – PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menargetkan akuisisi Star Energy Group dapat terselesaikan di kuartal pertama tahun 2018. Perkiraan dana yang dibutuhkan Barito sebesar US$ 700-US$ 800 juta.”Perseroan tengah mempertimbangkan tiga opsi pembiayaan, seperti obligasi, rights issue, atau kombinasi keduanya,” ujar Agus Salim, Direktur Utama Barito Pacific.

Per 27 September 2017, Barito Pacific telah melakukan transaksi pembelian 4,998% saham PT Darajat Geothermal Indonesia (DGI) dari PT Austindo Nusantara Jaya Tbk senilai US$ 1,5 juta. “Barito juga membeli 5% saham PT Star Energy Geothermal Suoh Sekincau dari Austindo senilai USD325 ribu,”ujar Agus salim.

Langkah ekspansi perseroan di sektor energi ini diharapkan dapat menyeimbangkan struktur bisnis Barito kedepan agar semakin kuat, diluar sektor petrokimia.

Perseroan membentuk perusahaan patungan baru bersama PT indonesia power yakni PT Indo Raya Tenaga untuk proyek pembangkit listrik Jawa 9 dan Jawa 10. PT Indo Raya Tenaga merupakan pembangkit listrik berbahan bakar batu bara ini ditargetkan dapat menghasilkan listrik sebesar 2×1.000 megawatt.

Sedangkan Berdasarkan Laporan Keuangan terbaru BRPT hingga semester 1 2017, BRPT telah membukukan Laba bersih naik 35,67% menjadi US$ 152,68 juta. Peningkatan performa keuangan perusahaan ditopang oleh pertumbuhan kinerja yang konsisten dari PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA).”

Kinerja positif selama 2017 ini dapat menjadi tolak ukur kedepan Barito Pacific Group dalam merealisasikan berbagai rencana ekspansi ke depan,” jelasnya.