Beban Emiten Peternakan Berkurang Berkat Impor Jagung RI

SAHAM.NEWS, JAKARTA – Berdasarkan informasi terbaru, Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan bahwa izin impor jagung 100 ribu ton oleh pemerintah dilakukan untuk sebatas menjaga keseimbangan harga jagung, terutama di tingkat petani.

“Keseimbangan harga di tingkat petani perlu dijaga agar harga jagung tidak jatuh kalau impor dilakukan. Ini sifatnya jaga-jaga dan maksimal 100 ribu ton. Itu pun nanti dilihat efeknya terhadap harga jagung petani. Kami harus jaga keseimbangan yang sehat, jangan sampai petani terpuruk dan harganya anjlok.” ujar Gatot Irianto, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan

Sekadar mengingatkan, baru-baru ini pemerintah melalui Kementerian Perdagangan membuka keran impor jagung untuk pakan ternak hingga Desember 2018.

“Volume impor jagugn tersebut untuk mencukupi kebutuhan pakan ternak., yang sebanya 210 ribu ton. Izin impor hanya sampai Desember. Impor ini sesuai dengan yang dibutuhkan para peternak mandiri.” ujar Syukur Iwantoro, Sekretaris Jenderal Kementan.

Dengan berlakunya impor jagung ini, saham saham peternakan seperti JPFA CPIN SIPD MAIN perlu diperhatikan investor hingga 2019 mendatang.

Rekomendasi Saham Pilihan Gratis & Berita Saham Terbaru langsung ke hp anda: Ikuti Official Telegram Channel Saham.news & Official Telegram Grup Analis Saham.news