BRAU Masuk Radar Delisting oleh Bursa Efek Indonesia

SAHAM.NEWS, JAKARTA – PT Berau Coal Energy Tbk telah masuk dalam radar merah Bursa Efek Indonesia karena kinerja keuanganan yang semakin tepuruk dan besarnya utang perusahaan yang menunggak. Emiten dengan kode saham BRAU ini diwanti-wanti oleh keputusan yang paling tidak diinginkan oleh para emiten, yaitu didepak dari lantai bursa alias delisting.

Kejayaan BRAU dengan bisnis pertambangan batubara tidak bertahan lama ketika perusahaan harus menerima pahit dari jatuhnya harga batu bara dunia pada tahun 2014 yang lalu. Tidak sedikit perusahaan batu bara yang berakhir tragis dengan gulung tikar pada waktu itu.

Saat ini, pasar batu bara semakin sempit dan kompetitif. Pasalnya, banyak dari negara besar telah menghindari penggunaan batu bara. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa market batubara masih ada sampai saat ini, yaitu para negara-negara berkembang dengan kebutuhan sumber energi yang tinggi. Banyaknya perusahaan yang diiringi dengan market yang senggang memaksa perusahaan batu bara saat ini harus memiliki strategi dan unique value add sehingga dapat bertahan.

Kompetitif dan inovasi adalah kuncinya, namun sangat disayangkan BRAU tidak bisa memanfaatkan secercah harapan tersebut untuk bertahan dan menjaga keberlangsungan kehidupan perusahaan. Hal ini diperburuk dengan kondisi perusahaan memiliki beban utang dan bunga tertunggak yang sangat besar. Belum lagi biaya operasional batu bara yang sangat besar. Alhasil, hasil jerih payah kerja perusahaan hanya dapat dialokasikan untuk menutup lubang beban dan seterusnya tanpa bisa mencetak laba.

 

 

Sebagai tambahan informasi, pada tahun 2015 BRAU tidak dapat membayar utang anak usaha di Singapura yaitu Berau Capital Resources Pte. Ltd. Tak tanggung-tanggung nilainya sangat tinggi hingga mencapai Rp6 triliun.

Demi membayar utangnya, BRAU menjual sebagian besar kepemilikan sahamnya di Asia Resource Minerals kepada Asia Coal Energy Ventures Limited sehingga mendapatkan dana sekitar Rp1,3 triliun yang akan dialihkan untuk mengangsur pembayaran utang tersebut. BRAU juga mengeluarkan kas internal perusahaan sebesar Rp252,9 miliar sebagai tambahan, namun tetap restrukturasi tersebut masih sulit untuk diselesaikan.

Rekomendasi Saham Pilihan Gratis & Berita Saham Terbaru langsung ke hp anda: Ikuti Official Telegram Channel Saham.news & Official Telegram Grup Analis Saham.news