Bursa Asia Terpantau Melemah, Pasar Antisipasi Kenaikan The Fed

62

SAHAM.NEWS – Lancarnya KTT bersejarah antara Amerika Serikat dan Korea Utara yang digelar di Pulau Sentosa, Singapura kemarin (12/6) ternyata tidak dapat mengalihkan fokus Bursa Asia terhadap kenaikan suku oleh bank sentral AS Federal Reserve. Bursa saham Asia pada awal perdagangan hari ini (13/2) terpantau melemah karena investor lebih fokus akan kemungkinan jumlah kenaikan suku bunga acuan sepanjang tahun ini.

Indeks MSCI Asia Pasifik pagi ini terpantau turun 0,15%. Padahal pada perdagangan kemarin (12/6), Indeks sempat mengalami penguatan usai pertemuan Presiden Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un.

Dilansir dari Reuters (13/6), Shuji Shirota dari HSBC Securities menjelaskan bahwa perjanjian di KTT AS-Korut sebenarnya tidak memiliki rincian jelas karena tidak memiliki peta jalan yang spesifik mengenai denuklirisasi. Oleh karenanya, investor dan pasar lebih cepat teralihkan oleh The Fed karena mengantisipasi keputusan berapa kali kenaikan suku bunga tahun ini dan tahun depan.

Diproyeksikan, dari pertemuan The Fed pada bulan Maret lalu bank sentral AS tersebut akan menaikan suku bunga sebanyak tiga kali pada tahun ini. Kenaikan suku bunga pertama telah direalisasikan pada bulan Maret sehingga diperkirakan tersisa dua kali kenaikan suku bunga untuk sepanjang tahun ini.

Facebook Comments