GIAA Awali Tahun Dengan Rencana Global Bond dan Private Placement Anak Usaha

GIAA Awali Tahun Dengan Rencana Global Bond dan Private Placement Anak Usaha

SAHAM.NEWS, JAKARTA – Memasuki tahun 2018, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) berencana untuk memperbaiki kinerja dengan melakukan perombakan struktur utang. Untuk memuluskan rencana ini, GIAA akan segera menerbitkan obligasi global atau global bond dengan mata uang dollar Amerika sebesar US$750 juta atau yang equivalent dengan nilai Rp10 triliun.

Refinancing ini bertujuan untuk memperkuat struktur pendanaan perusahaan. Obligasi global tersebut rencananya akan diterbitkan pada pertengahan tahun ini atau tepatnya pada bulan Juni.

Selain itu, dana juga akan digunakan untuk membayarkan obligasi dalam mata uang rupiah yang segera akan jatuh tempo pada bulan Juli tahun ini. Obligasi yang hendak jatuh tempo itu merupakan oblgiasi yang diterbitkan pada bulan Juli tahun 2013 yang lalu dengan total perolehan dana sebesar Rp4 triliun.

 

 

Tidak hanya berencana untuk menerbitkan obligasi global, maskapai penerbangan berplat merah ini juga tengah membidik investor strategis untuk entitas anak usahanya yaitu PT GMF AeroAsia Tbk (GMFI). Asal tau saja, setelah melakukakan penawaran perdananya, GMFI tengah merencanakan untuk melakukan penambahan modal tanpa melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) alias private placement. Dalam aksi korporasi itu, GMFI berencana untuk melepas 10% saham.

Terlebih, GIAA juga akan melakukan divestasi saham induk dengan total 10% hingga 15% sehingga nantinya total saham yang dimiliki oleh investor strategis dari kedua perusahaan tersebut adalah sebesar 20%. Namun sayangnya, sampai pada saat berita ini diterbitkan, GIAA belum menyebutkan lebih rinci mengenai nama-nama perusahaan yang akan bergabung dalam jajaran investor strategis. Pihaknya menyebutkan bahwa saat ini seluruh calon investor masih diproses dan diperkirakan akan rampung pada kuartal pertama tahun ini.