SAHAM.NEWS – Pasokan minyak kelapa sawit yang berkurang untuk pengiriman pada bulan Agustus tercatat mengalami penurunan di Bursa Malaysia Derivatif.

Hingga penutupan perdagangan hari ini (7/6), tercatat harga minyak kelapa sawit turun menjadi 2.382 ringgit per ton, lebih rendah 12 poin dari perdagangan pada hari sebelumnya. Jika dipresentasekan penurunan ini tercatat sebesar 0,5% dan merupakan titik terendah yang tercatat dibursa selama sebulan terakhir terhitung sejak tanggal 7 Mei.

Marcello Cultrera, Manajer Penjualan Institusional di Okachi Malaysia, dikutip dari Bloomberg, Kamis (7/6/2018) menjelaskan bahwa penyebab anjloknya harga sawit ini disebabkan oleh pasokan CPO yang semakin melambung dari pasar Indonesia. Hal ini berbanding terbalik dengan jumlah pesaing perdagangan CPO di bursa Malaysia yang malah semakin berkurang. Selama tahun berjalan, hingga bulan Juni ini tercatat harga sawit telah turun sebesar 2,54% dari tahun sebelumnya.

Sementara itu, harga minyak kedelai juga tercatat mengalami penurunan sebesar 0,03% atau 0,01 poin. Sedangkan jika dihitung selama satu tahun berjalan, pernurunan minyak kedelai telah mencapai 7,38%. Hal ini berbanding lurus dengan penurunan harga komoditas kedelai sendiri yang tercatat juga turun sebesar 0,03% atau 0,25 poin.