SAHAM.NEWS, JAKARTA –

PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) kembali mencatatkan kenaikan tipis laba bersih menjadi Rp9,3 triliun dari sebelumnya Rp9,08 triliun pada periode 2016 lalu. Kenaikan laba bersih ini dipengaruhi pendapatan bersih yang naik menjadi Rp72,2 triliun dari Rp70,2 triliun. Sedangkan beban pokok penjualan naik tipis menjadi Rp54,7 triliun dari Rp53,09 triliun. Perseroan mengalami kenaikan total aset menjadi Rp46,5 triliun dari Rp42,5 triliun. Sementara total liabilitas menjadi Rp15,5 triliun dari Rp8,3 triliun,  dikutip dari keterbukaan informasi laporan keuangan di BEI,(25/10/2017)

Pada penutupan bursa kemarin, Harga saham HMSP ditutup pada harga Rp4.020 per lembar saham. Berdasarkan data kepemilikan saham terbaru, tercatat Induk usaha HM Sampoerna adalah PT Philip Morris Indonesia atau Philip Morris International, Inc. dengan kepemilikan 92,50% saham HMSP

Hingga saat ini, PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk memiliki 5 pabrik, yakni: dua pabrik Sigaret Kretek Mesin (SKM) di Pasuruan dan Karawang serta lima pabrik Sigaret Kretek Tangan (SKT) di Surabaya Malang Probolinggo. Merek-merek rokok yang dipasarkan oleh HM Sampoerna masih tidak ada perubahan, seperti A Mild, Sampoerna Kretek, U mild, Dji Sam Soe dan Marlboro.