ICO Aramco Arab Saudi Terancam Batal

Berita Analisa Saham IHSG ndonesia

SAHAM.NEWS, JAKARTA – Berdasarkan kabar terbaru, Pihak pemerintah Arab Saudi telah membatalkan rencana aksi korporasi Initial Public Offering (IPO) Aramco. Apabila rencana penawaran saham publik tersebut berhasil dilaksanakan maka IPO Aramco adalah IPO terbesar dunia.

Sumber Reuters terbaru menyatakan bahwa pihak kerajaan di Timur Tengah sedang mengkaji proposal untuk melakukan akuisisi saham di perusahaan Saudi Basic Industries Corp. Dan Pemerintah Arab Saudi sendiri telah membubarkan tim penasihat finansial yang menyusun rancangan IPO Aramco.

“Keputusan pembatalan IPO diambil beberapa waktu lalu, tapi tidak ada yang berani menyampaikannya, jadi pernyataan sekarang mulai mengarah ke sana. Pertama, delay lalu pembatalan,” ujar salah satu narasumber reuters.

Halangan IPO terbesar di dunia ini berasal dari valuasi perusahaan yang masih menjadi perdebatan dan perselisihan para pejabat Arab Saudi dengan penasihat keuangan tentang negara listing IPO.

“Pemerintah Arab Saudi berkomitmen untuk melanjutkan menggelar IPO Saudi Aramco sesuai dengan kondisi dan waktu yang telah ditetapkan oleh pemerintah.” ujar Khalid Al Falih, Menteri Energi Arab Saudi.

Setelah kabar berita ini beredar, Pihak pemerintahan yakni langsung membantah berita tersebut dimana Aramco tetap akan IPO dan melepas 5% sahamnya ke publik melalui listing lokal dan internasional dengan nilai kapitalisasi sebesar US$2 triliun atau lebih.