Jelang OPEC, Minyak Brent Nyaris Tutup Kerugian Sebelumnya

SAHAM.NEWS – OPEC akan membahas tentang peningkatan produksi yang lebih kecil dari perkiraan yang menyebabkan minyak mentah Brent nyaris menghapus kerugian sebelumnya. Iran, Venezuela dan Irak menolak langkah Arab Saudi dan Rusia yang menyatakan rencana untuk meninggalkan pengeremen produksi yang menjatuhkan surplus global dan yang juga turun menyebabkan jatuhnya minyak mentah sesaat sebelum pertemuan puncak antara OPEC dan sekutunya di Wina. Semua penjabat dari sejumlah negara yakin akan kesepakatan akan dapat diraih untuk kenaikan moderat.

Kepala analisis minyak di DNB ASA Torbjorn Kjus menyatakan bahwa harga Brent yang sebelumnya turun 1,4% naik 1,2% dan anggota OPEC sedang mempertimbangkan peningkatan produksi minyak sebanyak 300.000 sampai 600.000 barel perhari untuk bulan-bulan selanjutnya menurut sumber yang mendapat penjelasan perundingan dan apabila disetujui maka peningkatan akan lebih kecil 1,5 barel seperti yang diusulkan oleh Rusia.

Berdasarkan Bloomberg, pengiriman Brent berjangka pada bulan Agustus naik 85 sen di ICE Futures Europe Exchange yang bertempat di London, dan pada pukul 10:31 pada waktu setempat naik 61 sen menjadi US$74,05 per barel pada pukul 10:31. Penurunan harga minyak mentah WTI untuk pengiriman Juli dari 30 sen menjadi US$64,76 per barel di New York Mercantile Exchange, memangkas kerugian sebelumnya sebesar US$1,47. Total volume yang diperdagangkan sekitar 47% di atas rata-rata 100 hari.

Rekomendasi Saham Pilihan Gratis & Berita Saham Terbaru langsung ke hp anda: Ikuti Official Telegram Channel Saham.news & Official Telegram Grup Analis Saham.news