JKON Tambah Porsi Saham di Jakarta Tollroad

SAHAM.NEWS, JAKARTA – Melihat peluang bertumbuhnya ruas tol baru akibat program pemerintah dalam infrastruktur, PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON) melihat peluang dalam prospek kedepan dan perseroan memutuskan untuk menambah kepemilikan saham pada PT Jakarta Tollroad Development.

PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON) telah membeli 9.685 lembar saham seri C baru milik PT Jakarta Tollroad Development (JTD) pada 5 Oktober 2017 senilai Rp 63,55 miliar. “Padahal perseroan telah membeli 23.493 lembar saham seri C JTD pada tahun 2016,” kata Sutopo Kristanto, Presiden Direktur JKON.

Sumber dana yang digunakan untuk membeli 9.685 saham PT Jakarta Tollroad Development (JTD) berasal dari rights issue Juni 2013 lalu. Dari aksi right issue tersebut,  perusahaan meraup dana sebesar Rp 456,64 miliar. Per 30 juni 2017, Perusahaan telah menggunakan 53,47% dana right issue atau sekitar 50 miliar untuk penyertaan saham di PT Jaya Beton Indonesia dan PT Jaya Trade Indonesia, sedangkan sisanya Rp 194,17 miliar digunakan untuk investasi ke entitas anak atau enitiitas asosiasi guna membiayai proyek-proyek infrastruktur jalan tol dan sarana air bersih.

JKON berencana ekspansi dengan menambah kepemilikan saham di jalan tol Jakarta Outer Ring Road West 2 North (JORR W2). Meskipun hingga saat ini, JKON sudah memiliki saham di JORR W1 melalui cucu usahanya, yakni PT Jakarta Marga Jaya (JMJ). PT Jakarta Marga Jaya (JMJ) sendiri merupakan perusahaan patungan antara PT Jaya Sarana Pratama & PT Jakarta Propertindo. JMJ telah memiliki 35% saham di JORR W1 dan sisanya dimiliki oleh Jasamarga.

Total Investasi JKON dalam bisnis TOL mencapai 41 triliun, diantaranya adalah enam ruas jalan tol dalam kota lewat PT Jakarta Tollroad Development (JTD) sebesar 20,5% kepemilikan saham.

Perseroan kini tengah fokus membangun ruas I sepanjang 9 km dengan target operasi tahun 2019. “Perkembangan ruas 1 saat ini sudah memasuki tahap fondasi sepanjang 900 meter. Selanjutnya kami akan masih melakukan tes tanah, setidaknya tahun ini sudah dilakukan peer head dan kami gunakan sistem box girder seperti MRT karena sebagian besar merupakan layang. Target Box girder terpasang sekitar bulan januari tahun depan” ujar Hardjanto Agus Priambodo, Direktur JKON.

Dana yang dibutuhkan untuk ruas I mencapai Rp 2 triliun, sedangkan untuk ruas II kami masih mulai membebaskan lahan. Selain jalan tol, JKON berekspansi pada bisnis pengolahan air bersih melalui PT Air Minum Indonesia (AMI) dengan investasi sebesar Rp 1,2 trilliun.