Kinerja Tertekan, KBRI Masih Upayakan Cari Pinjaman Modal Usaha

153
Kinerja Tertekan, KBRI Masih Upayakan Cari Pinjaman Modal Usaha

SAHAM.NEWS, JAKARTA – Sepanjang tahun 2017 ini kinerja PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI) masih tertekan. Pasalnya, perusahaan masih belum bisa mencapai Break Even Point (BEP) dalam bisnis produksi kertas. Kini, perusahaan masih menghadapi tantangan untuk mendapatkan kredit demi membiayai modal kerja perseroan.

Asal tau saja, perseroan telah berusaha mencari pinjaman ke perbankan namun sampai saat ini belum membuahkan hasil. Padahal perusahaan memerlukan dana tersebut untuk menggenjot produksi pabrikan KBRI di Banyuwangi yang sampai saat ini masih berada dilevel 1.000 per bulan, jauh dari total kapasitas pabrik sebesar 15.000 ton per bulan.

Henry Priantoro, Direktur KBRI mengatakan bahwa untuk mendorong produksi hingga setidaknya mencapai BEP, perseroan harus meningkatkan produksi hingga 11.000 ton per bulan dan memerlukan dana sekitar US$10 juta.

Tidak hanya dari perbankan saja, KBRI juga tengah mengupayakan dana alternatif dari pihak ketiga, yaitu investor. Disebutkan, sudah ada investor yang datang berkunjung dan cukup tertarik dengan bisnis perseroan. Namun, perusahaan masih belum bisa memastikan kemungkinan investasi tersebut.

Untuk mengurangi beban, saat ini KBRI telah melakukan efisiensi dengan memangkas biaya produksi pabrik.

Perusahaan masih optimis menekuni bisnis ini dan menilai bahwa prospek bisnis kertas masih sanggat berpotensi kedepan. Apalagi saat ini suplai kertas dari China tengah mengalami penurunan sehingga harga produk melambung.

Facebook Comments