Kuartal-III 2017, BEST Catatkan Kenaikan Penjualan Kavling Tanah

Kuartal-III 2017, BEST Catatkan Kenaikan Penjualan Kavling Tanah

SAHAM.NEWS, JAKARTA – PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) telah merilis laporan kinerja keuangan perseroan hingga tutup kuartal III 2017. Hingga September ini, perseroan berhasil membukukan kinerja yang lebih baik jika dibandingkan secara year on year dengan periode yang sama pada tahun 2016 yang lalu.

Secara keseluruhan, BEST mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 19,94% dari Rp532,79 miliar menjadi Rp639,08 miliar. Kenaikan pendapatan ini ditopang oleh kenaikan penjualan tanah yang juga menjadi sumber pendapatan utama perseroan hingga mencapai Rp565,21 miliar, naik sebesar 25,76% dari penjualan tahun lalu Rp449,41 miliar. Pendapatan lainnya diperoleh dari maintenance fee, service charges, air dan sewa sebesar Rp56,73 miliar dan pendapatan tambahan dari restaurant jepang, golf, dan coffee shop masing-masing senilai Rp3,44 miliar, Rp376 juta, dan Rp668 juta. Selain itu, perusahaan juga mencatatkan pendapatan dari accruing income baru yang belum ada pada periode sebelumnya yaitu hotel sebesar Rp2,91 miliar. Selebihnya sebesar Rp9,73 miliar diperoleh dari pendapatan lain-lain.

Seiring dengan kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan juga mengalami kenaikan sebesar 36,81% dari Rp143,82 miliar menjadi Rp196,77 miliar secara year on year. Sehingga laba bruto tercatat menjadi Rp442,31 miliar, naik sebesar 13,71% dari periode yang sama tahun lalu.

Meskipun mencatatkan kenaikan pendapatan, dari sisi bottom line, laba bersih perusahaan turun tipis sebesar 2,27% dari tahun lalu menjadi Rp283,25 miliar. Penurunan laba bersih tersebut disebabkan oleh selisih kurs yang mana pada periode yang sama tahun lalu BEST mencatatkan keuntungan kurs hingga Rp67,58 miliar sehingga mendapatkan tambahan pendapatan. Namun, pada kuartal III tahun ini perusahaan malah mencatatkan kerugian kurs sebesar Rp3,88 miliar.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa meskipun perusahaan mencatatkan laba bersih yang stagnan dibandingkan dengan tahun lalu, namun kinerja perusahaan tetap terpantau meningkat karena dapat mengantongi kenaikan penjualan tanah meskipun dan tidak bertopang pada pendapatan tambahan dari keuntungan kurs seperti tahun lalu.