SAHAM.NEWS, JAKARTA – Hingga kuartal ketiga 2018 ini, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mencatatkan laba bersih yang mengalami penurunan sebesar 6,88% menjadi Rp 1,77 triliun dibandingkan priode sama tahun sebelumnya Rp 1,90 triliun.

Apabila dijabarkan pendapatan JSMR, maka pendapatan tol dan usaha lainnya sebesar Rp7,13 triliun pada kuartal III/2018, pendapatan konstruksi sebesar Rp20,25 triliun. Sehingga total pendapatan sebesar Rp27,38 triliun atau tumbuh 18,69% dari periode sama tahun sebelumnya.

Naiknya pendapatan tersebut diikuti dengan Beban pendapatan yang naik sebesar 20,06% secara tahunan menjadi Rp23,14 triliun dari Rp19,28 triliun.

JSMR sendiri akan meluncurkan skema pendanaan kelima berupa Dana Investasi Infrastruktur (Dinfra) untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal yang dapat diinvestasikan pada aset infrastruktur tol. Dinfra akan ditawarkan secara terbuka atau terbatas, nantinya Dinfra perdana akan melalui anak usaha JSMR yaitu PT Jasamarga Pandaan Tol yang mengoperasikan jalan tol Gempol-Pandaan sepanjang 13,6 km.

“Dinfra ini mirip dengan reksa dana penyertaan terbatas (RDPT).Dinfra adalah produk pasar modal sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 52/POJK.04/2017 Tanggal 19 Juli 2017. “ujar Desi Arryani, Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk.

Dinfra menguntungkan bagi para investor karena percepatan pendanaan dari ‘asset recycling’ maupun ‘debt recycling’, sedangkan keuntungan untuk perusahaan adalah inovasi skema pendanaan yang hanya dapat menerbitkan salah satu antara ekuitas ataupun hutang.