Libya: Jika Masih Diperlukan, Perjanjian Global OPEC Harus Diperpanjang

1162
Libya: Jika Masih Diperlukan, Perjanjian Global OPEC Harus Diperpanjang

SAHAM.NEWS – Rapat besar OPEC di Vienna, Austria akan segera digelar dalam pekan ini. Berbagai spekulasi mengenai keputusan yang akan diambil OPEC berserta negara pengekspor minyak lainnya untuk melanjutkan atau tidak kesepakatan pembatasan produksi minyak dunia tengah hangat diperbincangkan.

Menanggapi hal ini, Menteri Luar Negeri Libya, Mohamed Taher Siala, di sela-sela KTT Forum Negara-negara Pengekspor Gas di Bolivia yang diselenggarakan pada Jumat (24/11) lalu mengatakan bahwa jika memang diperlukan, OPEC dapat memperpanjang perjanjian tersebut demi menciptakan keseimbangan pasar minyak global yang berkisenambungan. Ia menjelaskan bahwa perjanjian OPEC diperlukan untuk menyeimbangkan posisi konsumen dan produsen. Jika perjanjian tersebut dapat memenuhi kepentingan kedua belah pihak maka tentu saja akan diperpanjang.

Siala juga menegaskan bahwa Libya berpihak pada kepentingan bersama dan akan bekerjasama jika nantinya perpanjangan perjanjian tersebut disepakati. Ia berharap negara-negara anggota OPEC lainnya juga berada pada posisi yang sama.

“Ketika ada kebutuhan untuk menyeimbangkan, kita akan terus menyeimbangkan,” katanya.

Perwakilan OPEC saat ini tengah mengadakan diskusi dengan negara-negara non-OPEC seperti Rusia mengenai masalah ini. Dikesempatan yang sama, Menteri Energi Rusia, Alexander Novak telah menyatakan bahwa Rusia siap mendukung ekstensi dari perjanjian global ini yang akan berakhir pada Maret 2018 mendatang.

Sebagaimana yang telah diketahui, organisasi negara pengekspor minyak bersama dengan Rusia dan beberapa produsen besar lainnya, telah mengurangi produksi minyak gabungan sekitar 1,8 juta barel per hari sejak Januari guna mengurangi persediaan minyak dunia yang membengkak dan meningkatkan harga minyak.

Sumber: Reuters

Facebook Comments