Minggu Ini Perhatikan Saham Saham Sektor Properti

Berita Analisa Saham IHSG ndonesia

SAHAM.NEWS, JAKARTA – Banyak Perusahaan Pengembang properti sebanyak 3000 perusahaan yang terdaftar di organisasi Real Estate Indonesia (REI) yang tetap optimis dalam pemulihan penjualan properti sejak 2015 lalu. Meskipun isu perang dagang antara amerika dan china menguat di berbagai media, suku bunga the fed yang terus naik. Hal ini tidak membuat pengembang properti mengalami penurunan penjualan.

Bahkan banyak Perusahaan dengan Bisnis Properti Terbesar di Indonesia, misalnya:

APLN (PT Agung Podomoro Land Tbk)
Sedikit mengalami penurunan nilai aset menjadi Rp 28,50 triliun per Kuartal I 2018 serta isu reklamasi. Harga Saham APLN turun hingga ke titik terendah 5 tahun. Padahal berbagai proyek APLN seperti Medan Bandung terjual habis pada Kuartal Pertama 2018 ini. Misalnya proyek di Bandung Selatan yang terdiri dari 3000 unit rumah dengan berbagai macam tipe laris dipasaran.

SMRA (PT Summarecon Agung Tbk)
SMRA menghadirkan rumah harga terjangkau dibawah Rp2 miliar hanya untuk memperbesar aset dan juga meningkatkan pendapatan. SMRA tercatat memiliki nilai aset secara keseluruhan senilai Rp 21,73 triliun dari berbagai jenis usaha real estat seperti rumah tapak, apartemen, pusat perbelanjaan, pusat rekreasi, dan gedung perkantoran. Burgundy Residence Summarecon Bekasi, Jawa Barat. Burgundy Residence Summarecon Bekasi, Jawa Barat.(Dokumentasi Summarecon Agung) Beberapa aset propertinya yang cukup dikenal yaitu Mal Kelapa Gading, Summarecon Serpong, dan Summarecon Bekasi.

PWON (PT PAKUWON JATI TBK)
Harga saham PWON yang turun menerus disebabkan isu global tidak mempengaruhi ekonomi Jatim yang terus bertumbuh setiap tahun diatas 5%, Properti yang dimiliki PWON lebih banyak berada di kota Surabaya. Bahkan pada kuartal pertama 2018, aset perusahaan ini bernilai Rp 23,87 triliun. Proyek Pakuwon seperti hotel, pusat perbelanjaan, kompleks perkantoran, apartemen, dan kawasan industri. Salah satunya Tunjungan Plaza, Pakuwon Mall, Plaza Blok M, Gandaria City, dan Kota Kasablanka.

ASRI (PT Alam Sutera Realty Tbk)
ASRI mencatatkan kenaikan aset per kuartal pertama 2018 menjadi 20,99 triliun. ASRI dikenal mengembangkan dan mengelola berbagai kompleks perumahan, area komersial, serta arena hiburan dan rekreasi. Garuda Wisnu Kencana di Bali milik ASRI akan menjadi tambahan pemasukan kedepan mengingat peresmian GWK akan dilaksanakan beberapa bulan kedepan.

Beberapa analis mengemukakan bahwa penurunan harga saham saham properti sudah tidak tepat, mengingat pemerintah mendukung pengembang properti melalui peraturan LTV terbaru. “Harga saham turun tidak selamanya berasal dari fundamental yang menurun atau kinerja perusahaan yang berkurang, melainkan aksi short selling yang dapat dilakukan dan tersedia di bursa.” ujar Wiliam Darmawan, Analis Independen.