Berita Analisa Saham IHSG ndonesia

SAHAM.NEWS, JAKARTA – Pabrik amonia milik PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) sedang dikebut penyelesaian pembangunannya agar dapat beroperasi pada akhir Maret 2018. Pabrik yang menelan investasi US$ 830 juta atau sekitar Rp 11 triliun di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

“Sebenarnya pabrik ini ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2017 dan sudah hampir selesai, namun beberapa peralatan perlu kita pasang serta evaluasi kembali agar siap produksi akhir maret 2018.” ujar Ferdinand L. Tobing, Sekretaris Perusahaan ESSA.

Pemasaran produk amonia milik ESSA nantinya akan lebih mudah akibat adanya pembeli strategis seperti Mitsubishi, Jepang serta pasar domestik lain. Apabila biaya produksi dan harga produk dapat menguntungkan perusahaan, maka ESSA akan mencoba memperluas pemasaran ke market lain.

Selain pabrik amonia, ESSA juga memiliki kilang bahan bakar gas cair domestik (LPG) terbesar kedua milik swasta di Palembang, Indonesia dengan bisnis utamanya yaitu pemurnian dan pengolahan gas alam untuk menghasilkan LPG dan kondensat. Kapasitas kilang ESSA mencapai 190 ton per hari (TPD) untuk LPG dan 500 barel per hari (BPD ) untuk kondensat.

“Belum ada belanja modal lain di tahun 2018, selainĀ  penyelesaian pabrik amonia tersebut. Beberapa waktu lalu, ESSA mendapat peningkatan modal oleh PT Sepchem pada PT Panca Amara Utama (PAU) sebanyak 189.858 saham atau senilai Rp 189,86 miliar.”ujar Ferdinand.

Hingga kuartal III-2017, kontribusi penjualan ESSA lebih banyak ditopang oleh lini bisnis penjualan elpiji dari PT Pertamina sekitar 87,97% dari total penjualan. Sedangkan untuk sisanya sekitar 12,03% berasal dari pendapatan jasa pengolahan untuk PT Pertamina EP.

Rekomendasi Saham Pilihan Gratis & Berita Saham Terbaru langsung ke hp anda: Ikuti Official Telegram Channel Saham.news & Official Telegram Grup Analis Saham.news