Senin, Juli 6, 2020
Beranda blog Halaman 113

Penjualan Properti PPRO Capai Rp2,01 triliun

0
Penjualan Properti PPRO Capai Rp2,01 triliun

SAHAM.NEWS, JAKARTA – Dari hasil laporan keuangan tahun 2016, PT PP Properti Tbk (PPRO) mencatatkan adanya peningkatan penjualan dan pendapatan usaha Rp 2,15 triliun atau jika dipresentasekan naik sekitar 42,8% dibandingkan periode yang sama pada 2015.

Anak perusahaan dari PT PP Tbk (PTPP) ini juga berhasil memperoleh laba bersih Rp 365,36 miliar ditahun 2016 yang naik sekitar 21,66% dari laba bersih yang diperoleh pada tahun 2015 yang tercatat hanya sebesar Rp 300,32 miliar.

Selain itu aset PPRO juga mengalami peningkatan yang signifikan. Tercatat pada tahun 2015 aset perusahaan berkisar di Rp 5,33 triliun sedangkan pada tahun 2016, aset perusahaan naik sebesar 65,94% mencapai Rp 8,83 triliun. Melonjaknya aset PPRO tersebut
karena didukung oleh utang bank, obligasi dan surat utang jangka menengah.

Pemasukan terbesar PPRO berasal dari bisnis penjualan properti yang berhasil mencapai nilai Rp 2,01 triliun. Selain itu pendapatan properti bisnis hotel, pendapatan sera dan servis charge
menyumbang Rp 134,41 miliar.

Menurut Indaryanto selaku Direktur Keuangan PPRO, jika melihat kinerja industri properti secara umuyang sedang lesu maka realisasi kinerja perseroan masih sesuai ekspektasi perusahaan.

EXCL Perbaiki Kinerja, Perusahaan Berhasil Naikan Laba Bersih Hingga Rp375miliar

0
EXCL Perbaiki Kinerja, Perusahaan Berhasil Naikan Laba Bersih Hingga Rp375miliar

SAHAM.NEWS, JAKARTA – Setelah sempat mengalami kerugian mencapai Rp25 miliar pada tahun 2015, PT XL Axiata Tbk (EXCL) telah kembali berbenah di tahun berikutnya dan kerja keras tersebut berbuah manis. Tahun lalu, EXCL menghasilkan laba bersih sebesar Rp375 miliar.

Menurut Dian Siswarini, Presdir EXCL, keuntungan yang di dapat perusahaan terdorong dari penjualan menara dan akibat dari dampak menguatnya nilai Rupiah terhadap US$. Dian juga mengatakan bahwa EXCL memang mengalami kenaikan laba jika di bandingkan secara year on year dari tahun sebelumnya. Namun, perusahaan masih mencatatkan penurunan pendapatan sekitar Rp1,5 triliun jika dibandingkan dengan pendapatan pada tahun 2015.

Penurunan ini disebabkan oleh pergesaran layanan legacy (voice dan sms) ke layanan data. Hal tersebut dapat terlihat jelas dari total pendapatan EXCL yang 50% nya berasal dari layanan data. Presentase ini naik jika dibandingkan dengan total pendapatan pada tahun 2015 yang hanya sebesar 31%. Namun dilain sisi, pendapatan dari layanan legacy mengalami penurunan yang signifikan.

EXCL terus melakukan investasi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas jaringan data. Saat ini, layanan 4G XL telah menjangkau sebanyak 100 kota diseluruh Indonesia. Selain itu perusahaan juga membangun 8.200 BTS 4G yang diimbangi dengan frekuensi 900 MHZ untuk layanan 3G.

Pada tahun 2016, EXCL melakukan penghematan di seluruh aktivitas bisnis sehingga hal tersebut mempengaruhi margin EBITADA yang mengalami peningkatan pada tahun 2016 sebesar 37,6%.

Ada Apa Dengan Harga Saham BUMI?

0
Ada Apa Dengan Harga Saham BUMI?

SAHAM.NEWS, JAKARTA – Sejak awal tahun 2017 harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengalami 8 kali penurunan. Harga saham anggota baru LQ45 ini mengalami penurunan terbesar pada awal Februari ini (1/2) hingga mencapai 4,28% menjadi Rp 474 per saham. Padahal ketika baru bergabung dengan LQ45 pada akhir Januari, BUMI hanya turun sekitar 2,06% pada 26 Januari 2017 dan 2,18% pada 30 Januari 2017.

Merespon turunnya harga BUMI, beberapa hari terakhir saham yang terafiliasi dengan Bakrie group tersebut kebanjiran net buy. Pada hari Senin lalu (30/1), asing melakukan net buy hingga Rp12,6 miliar sedangkan pada hari Selasa (31/1) asing kembali net buy senilai Rp 7,6 miliar. Hari ini (1/2), asing kembali net buy (1/2) senilai Rp 3,61 miliar. Sangat menarik karena yang melakukan net buy tersebut adalah investor asing dan terjadi secara berurutan. Meskipun nilai net buy mencapai 27 milyar dalam tiga hari pertama, jika dipantau dalam sebulan terakhir, tercatat masih terdapat net sell terhadap saham BUMI senilai Rp 127,38 oleh investor asing.

Meskipun terpantau turun, saham BUMI masih terhitung naik 78,2% selama sebulan terakhir. Posisi tertinggi tahun ini berada pada level Rp 505 per saham.

TRAM Tekad Selesaikan Utang Perusahaan Tahun Ini

0
TRAM Tekad Selesaikan Utang Perusahaan Tahun Ini

SAHAM.NEWS, JAKARTA – PT Trada Maritime (TRAM) mengalami banyak kasus negatif beberapa tahun belakangan ini, dari terbakarnya Kapal FSO Lentera Bangsa pada 23 September 2011 serta kasus penyeludupan minyak mentah MT Jelita Bangsa pada tahun 2014. Serentetan kasus ini tak hanya meninggalkan pelajaran untuk manajemen namun juga lilitan utang yang cukup dalam terhadap perusahaan kinerja keuangan perusahaan.

Pada tahun ini, TRAM bertekad untuk menuntaskan beberapa utang perusahaan dengan mengadakan beberapa kesepakatan untuk restrukturisasi utang dengan instansi-instansi yang berkaitan.

Pelunasan utang pada Internasional Finance Coporation (IFC) dan Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ (BTMU) senilai US$ 34,9 juta telah menemukan kesepakatan dengan asset settlement dan cash settlement yang diperkirakan selesai dalam jangka waktu 1 tahun. Kesepakatan dengan asset settlement diselesaikan dengan penjualan kapal FSO Lentera Bangsa.

Untuk uutang perseroan yang mencapai US$ 10 juta dan perpanjangan fasilitas kredit pada Bank Mandiri Singapura, kedua pelah pihak telah sepakat untuk menuntaskannya lewat asset settlement dengan penjualan Kapal MV Samudera Bangsa. Selain itu dilakukan pula cash settlement.

Sedangkan untuk utang pada ICBC senilai US$ 8,26 juta, asset settlement juga kembali menjadi penengah. Pihak perseroan telah menjalin komunikasi dengan instansi terkait dan dengan segera mancapai kesepakatan dalam waktu dekat.

AISA Naikan Target Pendapatan Tahun Ini Hingga Rp7,6 triliun

0
AISA Naikan Target Pendapatan Tahun Ini Hingga Rp7,6 triliun

SAHAM.NEWS , JAKARTA – Kasus beras oplosan dari anak perusahaan seakan tidak mempengaruhi PT. Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) untuk mematok target besar. Tidak main-main, target pendapatan tahun 2017 naik menjadi Rp7,6 triliun. Nilai ini naik hampir Rp1 triliun dari pendapatan pada tahun sebelumnya.

Melihat lebih detail laporan keuangan tahun buku 2016, pemasukan terbesar AISA berasal dari sektor penjualan beras. Oleh sebabnya, AISA akan memfokuskan kinerja pada sektor ini karena diprediksi kembali menjadi sumber penghasilan terbesar tahun ini.

Penjualan beras kemasan berkualitas merupakan penjualan yang paling ideal mencapai target pendapatan tersebut. AISA menyadari masih banyak daerah-daerah penghasil beras kualitas premium yang belum terjangkau oleh perusahaan. Untuk mencapai target tersebut, AISA sedang menggenjot pembangunan pabrik baru pada daerah-daerah penghasil beras berkualitas dengan harapan untuk dapat mematok nilai jual yang tinggi nantinya.

AISA telah menyiapkan belanja modal sebesar Rp300 miliar untuk bisnis beras. Di sektor lain, seperti bisnis makanan, AISA tetap akan terus memperkuat kinerja dengan mempersiapkan belanja modal lainnya berkisar Rp300 miliar. Dana yang digunakan perusahaan untuk modal ini sebagian besar akan berasal dari hasil kas internal dan pinjaman bank. Adapun anggaran di kas internal perusahaan saat ini merupakan sisa dari hasil penerbitan sukuk dan kas sebesar Rp1,3triliun pada tahun 2016. Sebagian besarnya telah digunakan sebagai belanja modal dan dana untuk pembangunan pabrik baru.

ABMM Bagikan Dividen US$ 3,4 juta

0
Berita Analisa Saham IHSG ndonesia

SAHAM.NEWS, JAKARTA – PT AMB Investama Tbk(ABMM) akan bagikan dividen sebesar US$ 3,4 juta, atau setara dengan US$ 0,00123 per lembar saham, angka tersebut dari 25% laba bersih tahun buku 2012.

Menurut Informasi dari BEI, cum dividen saham ABMM di pasar reguler dan negosiasi berakhir pada tanggal 26 Juni 2013, sementara ex dividen berakhir pada tanggal 27 Juni 2013. Di pasar tunai, cum dividen berakhir pada 1 Juli 2013, bersamaan dengan pencatatan daftar pemegang saham yang berhak atau recording date, dan ex dividen berakhir pada tanggal 2 Juli 2013.

Untuk pembayaran dividen kepada pemegang saham akan dilakukan sesuai dengan jadwal pada tanggal 15 Juli 2013.