Pemerintah berharap tingkatkan volume ekspor CPO

SAHAM.NEWS, JAKARTA – Pemerintah berharap pada hasil Preferential Trade Agreement (PTA) mendatang yang dibahas antara indonesia dengan nigeria. Hasil dari PTA ini akan menentukan nilai volume ekspor CPO ke nigeia yang sebesar 500 juta ton.

“Pemerintah saat ini sedang berusaha menyelesaikan PTA dengan nigeria, dimana bila tarif bea masuk turun lagi maka ekspor CPO meningkat 500juta ton ke Nigeria”, ujar Harry Purwanto, Duta Besar RI untuk Nigeria.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag), ekspor CPO Indonesia ke Nigeria memang sedang mengalami penurunan 83,33% dari 191,4 juta ton menjadi hanya 31,9 juta ton untuk periode 2014-2016. Sedangkan untuk periode Januari-April 2017 hanya berkisar 8,7 juta ton.

Nilai total perdagangan antar kedua negara selama periode Januari-November 2017 tercatat sebesar US$1,49 miliar dengan pihak Indonesia yang mengalami defisit perdagangan senilai US$859,6 juta.

Pemerintah sendiri telah aktif melakukan diskusisejak 2017 mengenai penurunan tarif dan penghapusan hambatan non tarif di Nigeria dan negara-negara Afrika Barat lainnya. Selain pembahasan CPO, pemerintah juga membahas peningkatan efisiensi perdagangan migas bagi kedua negara, rencananya mekanisme perdagangan migas akan dilakukan langsung tanpa perantara pihak ketiga (direct oil trade).