Berita Analisa Saham IHSG ndonesia

SAHAM.NEWS, JAKARTA – Konsensus ekonom memperkirakan bahwa neraca perdagangan bulan Maret 2019 bakal mengalami defisit, seiring meningkatnya harga minyak. Hal itu dimaksudkan untuk menekan neraca migas Indonesia.

Konsensus ekonom memperkirakan kalau defisit transaksi mengalami perubahan hingga mencapai rata-rata 82,6-juta dolar AS sedangkan nilai tengahnya 112-juta dolar.

Pertumbuhan grafik harga minyak hari ini, Jumat (12/4/2019) disebabkan oleh pertumbuhan impor yang mencapai 0,73 persen secara year on year bulan kemarin. Lalu, ekspor tercatat mengalami penurunan sebesar 9,5 persen year on year. Impor yang meningkat dikarenakan oleh harga minyak dunia yang naik sehingga membuat neraca migas Indonesia terbebani.

Pada hari Kamis kemarin (11/4), perdagangan harga minyak WTI dan Brent merosot masing-masing sebesar 1,25 dan 1,59 persen. Malam kemarin, produksi minyak OPEC akan meningkat pada bulan Juli jika pasokan minyak dari Venezuela dan Iran makin ketat.

Pada pukul 09.30 WIB tadi (12/4), harga minyak Brent kontrak pengiriman bulan Juni meningkat 0,25 persen ke posisi 71,01 per barel. Kemudian, WTI meningkat 0,3 persen ke level 63,77 barel.