Perang Dagang China-As, Harga Baja Rontok

SAHAM.NEWS – Pemerintah Trump menyatakan bahwa pihaknya menurunkan tarif sebesar 25% pada barang konsumsi yang berkaitan dengan kekayaan intelektual dan US$50miliar untuk teknologi yang berasal dari Cina. Hal ini menyebabkan jatuhnya nilai saham baja di AS. Investor mengkhawatirkan akan terjadinya kenaikan tensi perdagangan global atas sikap Trump ini. Pemerintahan Cina pun tak tinggal diam, mereka mengambil sikap yang sama untuk barang konsumsi yang berasal dari AS yaitu penjatuhan tarif 25% pada barang konsumsi AS senilai US$50 miliar. Meksiko dan Kanada pun akan membalas pemerintah AS terhadap menurunnya tarif logam.

Seperti yang dinyatakan oleh Michael O'Rourke, kepala strategis pasar JonesTrading di Greenwich, dikutip dari Reuters, Minggu (17/6/2018) bahwa pendapatan perusahaan baja menguat yang merupakan hasil dari tarif yang sebelumnya yang telah dijatuhkan pemerintah Amerika Serikat. Investor banyak yang melakukan aksi jual dan mengambil keuntungan karena khawatir akan adanya kenaikan tensi perang dagang. Investor takut adanya kerugian permintaan baja dan produk apabila penjualan industrial AS ke China dibatasi. Paul Nolte, manajer portofolio Kingsview Asset Management di Chicago menambahkan penguatan US dollar mendukung saham industri yang dirugikan oleh sanksi perdagangan dari AS. Indeks dolar AS sebagai tolak ukur green back mengalami kenaikan 2,9% selama tahun berjalan.

Rekomendasi Saham Pilihan Gratis & Berita Saham Terbaru langsung ke hp anda: Ikuti Official Telegram Channel Saham.news & Official Telegram Grup Analis Saham.news