Performance GMFI Berdeda Jauh Dengan Garuda

135

SAHAM.NEWS, JAKARTA – Sejak resmi listing di bursa efek indonesia, para investor berharap kinerja keuangan PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMFI) lebih baik dibandingkan induk usahanya PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA).

PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk menjadi emiten pertama di bisnis perawatan dan perbaikan pesawat atau maintenance, repair, and overhaul. GMFI juga telah merencanakan capex belanja modal sebesar 20-30% dari tahun ini yang besarnya US$ 70 juta-US$ 75 juta. “Penambahan capex ini diperlukan karena tahun depan fasilitas baru sudah mulai dibangun,” ujar Iwan Joeniarto , Direktur Utama GMFI di Jakarta

Setelah listing di bursa, GMFI akan segera ekspansi dengan penambahan kapasitas baik di dalam maupun di luar negeri serta menambah captive dari semula 3 captive menjadi 5-6 captive. Tidak menutup kemungkinan GMFI kedepannya akan joint venture guna menawarkan total solution provider pada pelanggan. Karena GMF sendiri merupakan perusahaan bengkel pesawat yang pasarnya cukup besar dimana GMF tidak hanya melayani armada garuda indonesia saja.

GMFI baru saja melaksanakan IPO sebanyak 25% dari total dana IPO berjumlah Rp 1,12 triliun yang seluruh dana tersebut digunakan untuk penambahan modal. Saham GMFI akan ditawarkan seharga Rp400 per lembar saham sserta 2.823.351.100 lembar saham baru atau setara dengan 10% dari saham dari modal disetor. Dana yang diincar dari IPO ini adalah senilai Rp1,27 triliun.

Dalam penyelenggaraan IPO kali ini, GMFI mempercayakan penjamin pelaksana emisi efek kepada PT Bahana Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas.

Facebook Comments