Permohonan Intan Baruprana Untuk Perpanjang PKPU 60 Hari Diterima

Permohonan Intan Baruprana Untuk Perpanjang PKPU 60 Hari Diterima

SAHAM.NEWS, JAKARTA – Tersandung kasus pembayaran utang, permohonan PT Intan Baruprana Finance Tbk (IBFN) untuk dapat memperpanjang status Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) ke pengadilan akhirnya mendapatkan persetujuan. Dengan perpanjangan 60 hari, perseroan kini dapat sedikit menarik nafas untuk menyelesaikan permasalahan utang tertunggaknya kepada kreditur dengan tenggat waktu hingga 25 Januari 2018.

Sebelumnya, perusahaan diketahui telah memberikan sejumlah opsi restrukturisasi kepada para kreditur dan hingga saat ini IBFN masih melakukan negosiasi untuk restrukturasi tersebut.

Untuk penyelesaian utang dengan kreditur yang menggunakan jaminan, perusahaan menawarkan dua opsi penyelesaian utang. Opsi pertama, perusahaan akan membayar 10% piutang dari kas yang akan dicicil secara bertahap selama 10 tahun dengan periode grace selama 5 tahun. 90% sisanya akan dikonversikan menjadi saham biasa. Opsi kedua, perusahaan akan membayar 10% piutang dengan alur yang sama dengan opsi pertamanamun 90% sisa piutang akan dialihkan menjadi utang jangka panjang dengan bullet payment pada tahun ke 15. Dalam opsi ini, bank juga akan memberikan channeling sebesar utang jangka panjang.

Sementara itu, untuk penyelesaikan utang pada kreditur tanpa jaminan, perseroan mengajukan pembayaran utang secara bertahap yang akan dicicil dalam jangka waktu selama 5 tahun dengan periode grace 1 tahun. Perusahaan juga mengajukan penghapusan atas bunga serta denda.

Sedangkan untuk pihak afiliasi, perusahaan mengajukan penawaran untuk mengkonversikan seluruh utang menjadi saham biasa.

Sebagai tambahan informasi, dalam PKPU IBFN tercatat memiliki jumlah piutang hingga mencapai Rp 1,73 triliun. Piutang tersebut diperoleh dari 55 kreditur dengan komposisi 10 kreditur dengan jaminan sebesar Rp 1,32 triliun dan 44 kreditur tanpa jaminan sebesar Rp 420 miliar. Sedangkan kreditur afiliasi, yaitu dari induk usaha PT Intraco Penta Tbk (INTA) tercatat tagihan sebesar Rp 354 miliar.