Potensi Tersembunyi Industri Kemasan Hingga 2022

44

SAHAM.NEWS, JAKARTA – Ditengah pelemahan daya konsumsi masyarakat, industri kemasan tanah air terus berkembang hingga mencapai US$ 6,6 miliar pada tahun 2016 dengan target tahun 2017 sebesar US$ 7,1 miliar.

“Pertumbuhan dalam industri ini tidak sebesar yang diperkirakan namun peluang bertumbuhnya masih besar ke depan hingga mencapai double digit dalam tiga- empat tahun mendatang”, ujar Ariana, Pimpinan Asian Packaging Federation (APF).

Ariana juga menjelaskan bahwa APF menyiapkan beberapa strategi guna pencapaian target tersebut, seperti menciptakan inovasi kemasan, inovasi pemakaian material, hingga kemudahan teknologi digital dalam kemasan. Selain itu, APF juga aktif mengadakan kontes penghargaan desain kemasan.

Hingga 2022, tren industri kemasan Indonesia diprediksi terus berkembang seiring bertumbuhnya tren industri mamin dan pertumbuhan jumlah penduduk dengan dominasi kemasan berbahan flexible packaging sebesar 42% serta bahan rigid plastic packaging sebesar 14%.

Meskipun harga bahan baku kemasan sering memberatkan produsen kemasan, flexible packaging merupakan kemasan yang memiliki nilai fungsi ekonomis bagi industri makanan dan minuman. Sedangkan kemasan berbahan rigid plastic lebih digunakan untuk minuman.

“Sebagian besar 70% konstribusi makanan minuman mempengaruhi industri kemasan, sisanya berasal dari farmasi”, ungkap Ariana.

Leave a Reply