Produsen barang plastik PT Panca Budi Idaman Siap IPO

124

SAHAM.NEWS, JAKARTA – Perusahaan Produsen barang plastik kemasan PT Panca Budi Idaman akan segera melantai di Bursa Efek Indonesia atau  melalui IPO sebesar 738,8 juta saham baru. PT Bahana Sekuritas, PT BCA Sekuritas, dan PT CIMB Sekuritas Indonesia akan bertindak sebagai Penjamin pelaksana emisi efek ipo.

738,8 juta saham baru ini setara dengan 33% total modal ditempatkan. Rencananya nilai nominal per saham adalah Rp100, sedangkan harga penawaran saham masih belum ditentukan. Perseroan juga akan menerapkan program ESA (employee stock allocation) dengan alokasi 10% dari total saham baru yakni 73,88 juta lembar.

Jadwal penawaran akan dimulai pada 31 Oktober 2017 hingga 15 November 2017 dengan tanggal efekti 28 November 2017. Bila berjalan lancar, saham  PT Panca Budi Idaman akan listing pada 11 Desember 2017.

70% Dana hasil dari IPO akan digunakan untuk ekspansi usaha perseroan maupun entitas anak. Sisanya 30% digunakan untuk modal kerja perseroan atau entitas anak.

Ekspansi 70% dapat diartikan dengan penggantian mesin baru sekitar 25% (meliputi mesin tiup, mesin potong, mesin pendukung) dan penambahan fasilitas distribusi area pemasaran sekitar 45% (meliputi penambahan pabrik, gudang dan fasilitas pendukung distribusi di Pulau Jawa dan Indonesia bagian timur dengan target maksimal akhir tahun 2019). Indonesia bagian timur.

PT Panca Budi Idaman merupakan perusahaan pertama di Indonesia yang memiliki merek kantongan plastik. Kumpulan merek yang dimiliki perseroan seperti: Tomat, Bangkuang, Jeruk, Cabe, 222, 007, Wayang, Gapura, Sparta, Liberty, Dayana, Dayak, PB, dan beberapa lainnya.

Panca Budi Grup awalnya didirikan oleh Djonny Taslim sebagai perusahaan yang mendistribusikan kantongan plastik jadi berbahan baku PP, HDPE, dan PE. Kemudian pada tahun 1990, Djonny Taslim mendirikan perusahaan baru untuk memproduksi kantongan plastik.

 

Dalam keterbukaan informasi yang beredar, Total aset perseroan per 30 Juni 2017 adalah Rp1,38 triliun dengan komposisi liabilitas sebesar Rp496,1 miliar & Rp886,5 miliar ekuitas, serta kas perusahaan sebesar Rp18,8 miliar.

Sedangkan pendapatan usaha perseroan pada Juni 2017 mencapai Rp1,6 triliun, naik meningka 1,32% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp1,59 triliun. Laba bersih yang dapat didistribusikan pada entitas induk sebesar Rp96,1 miliar sehingga Laba bersih per saham sebesar Rp260.

Perlu diketahui bahwa faktor kenaikan harga bahan baku, perubahan nilai tukar mata uang asing, kondisi perekonomian dan perubahan permintaan, serta faktor musiman berpengaruh terhadap fundamental perusahaan.

 

Leave a Reply