SAHAM.NEWS, JAKARTA – PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) memprediksi bahwa bisnis sewa menara masih terus cemerlang hingga tahun kedepan. Hal ini dibuktikan dengan rencana perseroan untuk ekspansi menambah menara.

META menyiapkan dana 400 miliar tahun ini untuk 300 sampai 500 menara baru. Dengan pencapaian sewa operator sebesar 1450 menara pada akhir tahun 2017.

“Peluang sewa sewa menara bertambah, maka perusahaan akan menambah anggaran belanja modal untuk ekspansi tersebut.”, ujar Deden Rochmawaty, General Manager Corporate Affairs META

“Kami menerima pesanan sewa menara dari Telkomsel, Indosat, dan Xl. Jadi apabila permintaan melebihi ekpektasi tentunya kita harus meningkatkan capex” ujar Deden.

Total Pelanggan Sewa Menara META mencapai 2.000 pelanggan dengan jangka waktu penyewaan sekitar 10 tahun. Jenis menara yang dibangun META yakni dibangun di atas tanah dan di atas gedung.

Biaya yang dibutuhkan perseroan untuk membangun satu menara di atas tanah sekitar Rp 800 juta-Rp 900 juta. Sementara jika dibangun di atas gedung akan menelan biaya Rp 600 juta-Rp 700 juta.

Sepanjang tahun lalu, bisnis menara menumbang sekitar 40% terhadap pendapatan META dengan besaran marketshare di pasaran 10% .

Perseroan juga akan menggenjot pengembangan bisnis jalan tol di tahun ini, mengingat persaingan bisnis sewa menara yang memiliki persaingan ketat dengan perusahaan lainnya, seperti PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR), dan PT Inti Bangun Sejahtera (IBST).