Proyek Infrastruktur Selesai Berdampak Pada Kinerja PP Presisi

SAHAM.NEWS, JAKARTA – PT PP Presisi Tbk (PPRE) memperkirakan bahwa penyelesaian sejumlah proyek infrastruktur yang telah menjadi kontrak perseroan dapat menjadi sentimen positif terhadap kinerja keuangan periode semester II/2018.

“PPRE telah membentuk lini bisnis baru, yakni erector untuk melayani pembangunan pembangkit listrik yang kian menjamur di dalam negeri.” kata Benny Pidakso, Direktur Keuangan PP Presisi.

Selain erector, PPRE tengah mengembangkan presisi formwork atau bekisting lebih cepat dan murah dibanding cara konvensional bersama dengan Kumang Kind Co Ltd, Korea Selatan.

Dalam kinerja keuangan PPRE, Porsi terbesar disumbang oleh Pendapatan civil work sebesar 76%, pendapatan sewa alat berat sebesar 11%, sisanya ready mix 6%, dan bekisting 5%. Nilai kontrak baru yang telah dikantongi PPRE pada semester I/2018 adalah Rp3,1 triliun, sehingga nilai kontrak keseluruhan yang dihadapi sampai dengan 30 Juni 2018 adalah sebesar Rp10,8 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan terbaru semester I/2018, PPRE membukukan pendapatan Rp1,33 triliun atau naik 359,45%, dengan beban pokok pendapatan yang juga ikut naik 371,04% menjadi Rp1,02 triliun. Alhasil laba bersih tahun berjalan PPRE sebesar Rp195,18 miliar pada periode semester I/2018 atau naik 593,11% dibandingkan tahun sebelumnya.

Rekomendasi Saham Pilihan Gratis & Berita Saham Terbaru langsung ke hp anda: Ikuti Official Telegram Channel Saham.news & Official Telegram Grup Analis Saham.news