PT Jaya Bersama Indo (JBI) Capex Rp 670 Miliar Untuk 48 Gerai

SAHAM.NEWS, JAKARTA –  Pada 2003 silam, JBI sendiri membuka restoran pertama di Senayan Trade Centre, Jakarta dan fokus pada masakan tradisional China, tanpa daging dan lemak bab dengan hidangan utama berupa bebek peking panggang.

PT Jaya Bersama Indo (JBI) akan segera memperluas pasar dengan membuka gerai di Vietnam dengan total 48 gerai yang akan dibuka. Untuk memenuhi target tersebut, pengelola jaringan restoran The Ducking akan menggunakan dana Rp670 miliar untuk tiga tahun ke depan.

“Dana ekspansi berasal dari penawaran umum saham perdana pada bulan depan. Jadi perhitungannya dalam tiga tahun dibutuhkan dana senilai Rp670 miliar untuk tambah 11 gerai di tahun 2018, 18 gerai di 2019 dan 19 gerai di 2020,” ujar Dewi Tio, Direktur Keuangan Jaya Bersama Indo.

Aksi korporasi IPO bulan depan, perseroan akan melepas saham ke publik di rentang harga Rp1.550-Rp1.950/saham sebesar 34,4% atau 403,8 juta saham dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Jadwal Public offering pada tanggal 4-5 Juni dan listing 8 Juni 2018.

JBI merupakan salah satu jaringan restoran yang paling cepat berkembang dengan total jumlah gerai sebanyak 35 restoran yang tersebar di sembilan kota besar di Indonesia. JBI memiliki 3 merek utama seperti  The Duck King, Fook Yew dan Panda Bowl, dengan 7 sub merek dari The Duck King untuk konsumen kelas menengah yang sedang tumbuh di Indonesia.

JBI juga mempersiapkan merek besutan mereka untuk go internasional melalui ekspansi cabang ke Vietnam, Myanmar, dan Kamboja. “Cabang baru tahun ini akan berada di Vietnam dan sisanya domestik serta tahun depan di Kamboja. Target Prediksi kenaikan Pendapatan diperkirakan tumbuh sebanyak 30% apabila semua berjalan lancar” kata Dewi.

Untuk tahun buku 2017, JBI berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp538 miliar atau naik 23,4% dibanding tahun 2016 sebesar Rp436 miliar. Perusahaan membukukan net margin tahun 2017 sebesar 13,5% dengan perolehan laba bersih Rp72 miliar. Sedangkan total aset JBI pada tahun 2017 senilai Rp529 miliar atau naik 18,3% dibanding tahun sebelumnya 2016 yang hanya Rp447 miliar