Rukun Raharja Proyeksikan Laba Bersih Akhir Melonjak Hingga US$14,11 juta

121
Rukun Raharja Proyeksikan Laba Bersih Akhir Melonjak Hingga US$14,11 juta

SAHAM.NEWS, JAKARTA – Kuartal-III 2017 ini, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) mengalami penurunan kinerja keuangan yang cukup signifikan. Pendapatan perseroan terpantau turun 20,5% dari US$134,04 juta menjadi US$106,56juta. Pendapatan tersebut lebih rendah dibanding tahun sebelumnya terutama disebabkan oleh turunnya penyerapan gas PLN terkait dengan telah beroperasinya pembangkit Sumsel V. Selanjutnya, laba bersih entitas induk juga tercatat mengalami penurunan 32,22% dari US$2,71juta menjadi Rp1,84 juta.

Meskipun demikian, perseroan memproyeksikan pada akhir tahun nanti dapat membukukan laba bersih entitas induk hingga US$14,11 juta yang jika dipresentasekan, nilai tersebut naik sebesar 116,94% dari laba bersih entitas induk tahun lalu sebesar US$6,5 juta. Kenaikan laba tersebut didorong karena perusahaan berhasil menyelesaikan kesepakatan strategis dengan Tokyo Gas pada tahun 2017 sehingga sektor pendapatan lain-lain meningkat secara signifikan. Namun, pendapatan periode yang berakhir pada 31 Desember tetap diperkirakan akan mengalami penurunan sebesar 22,35% menjadi US$145,14 juta jika dibandingkan secara year on year karena berkurangnya penyerapan gas oleh PLN Jambi.

Untuk tahun 2018 mendatang, RAJA memproyeksikan pendapatan perdagangan gas dan toll fee mengalami kenaik signifikan, sehingga dapat meningkatkan laba kotor dibanding tahun sebelumnya. Total pendapatan diperkirakan naik sebesar 46,73% menjadi US$212,97 juta. Sedangkan untuk laba bersih entitas induk diperkirakan mengalami penurunan hingga 54,05% menjadi US$6,48 juta karena sektor pendapatan lain-lain tidak sebanding dengan jumlah tahun 2017 yang naik karena adanya kesepakatan kemitraan strategis.

Pada tahun 2018, RAJA juga berencana untuk melakukan akuisisi perusahaan target potensial, sehingga akan berpengaruh terhadap kenaikan jumlah aset perusahaan. Perseroan juga akan terus mengikuti proses tender infrastruktur dan pembangkit berikutnya yang diadakan oleh BUMN dan BUMD serta aktif mencari sumber-sumber pendanaan yang lebih kompetitif untuk membiayai proyek-proyek yang akan dilakukan.

Leave a Reply