Hari ini saya bersemangat sekali..! Topik kali ini bercerita tentang hal yang kontroversial. Bicara soal banyak mahasiswa galau dan banyak anak SMA galau. Mengapa bisa galau? Karena mereka selalu bertanya : “saya ini perlu sekolah gak sih?” “saya ini perlu kuliah gak sih?”. Hal itu selalu saya jawab. “SEKOLAH Itu Memang PENTING, Tapi TIDAKLAH CUKUP!!” Jadi saya akan menjawabnya melalui artikel ini. “SEKOLAH Itu Memang PENTING, Tapi TIDAKLAH CUKUP!!”. Saya mengambil sebuah artikel dari profesor Agus Budiyono. Sekali lagi, kata-kata ini saya ambil dari seorang profesor. Beliau sangat kompeten membahas masalah ini. Yaitu berjudul : “Mematahkan Mitos NEM, IPK dan Ranking”. Saya akan bacakan artikelnya. ‘Ada 3 konsep yang tidak saya percaya’. Ini adalah kata-kata beliau, bukan kata-kata saya.

‘Ada 3 konsep yang tidak saya percaya sepenuhnya dalam konsep pendidikan. Yaitu NEM, IPK dan ranking’. NEM itu untuk menentukan nilai UNAS, IPK itu untuk menentukan syarat kelulusan anda di universitas, dan ranking itu biasanya penilaian di sekolah. ‘Saya mengarungi sistem pendidikan selama 22 tahun. 1 tahun di TK, 6 tahun di SD, 6 tahun di SMP dan SMA, 4 tahun S1, serta 5 tahun di S2 dan S3’. Sama seperti saya, tetapi saya tanpa S2 dan S3. ‘Kemudian dilanjutkan mengajar selama 15 tahun di 3 universitas, di 3 negara maju’.

Bukan main loh, profesor Agus Budiyono ini.. Yaitu di United States atau Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Australia. Woow.. Itu semua negara maju. Jadi, beliau sangat qualified dan kompeten untuk membahas semua hal ini dan tentunya juga mengajar di tanah air. Beliau mengajar selama 15 tahun. ‘Saya menjadi saksi betapa tidak relevannya ketiga konsep di atas dengan apa yang secara normal didefinisikan sebagai kesuksesan. Ternyata sinyalemen saya ini didukung oleh riset yang dilakukan oleh Thomas J. Stanley yang memetakan 100 faktor yang akan berpengaruh terhadap tingkat kesuksesan seseorang berdasarkan survey terhadap 733 millioner di United States’. Kalau 733 milioner orang di Amerika Serikat diriset, maka hasilnya bagaimana? ‘Berdasarkan hasil penelitian beliau, ternyata nilai yang baik yakni NEM, IPK dan tentu saja ranking itu hanyalah faktor sukses no ke 30!’ Penonton pasti kecewa.

Rasanya kata-kata ini kurang pas bagi para mahasiswa, adik-adik yang DANEM’nya tinggi, IPK’nya tinggi, atau ranking’nya tinggi. Pasti kecewa. Ternyata nilai tinggi itu tidak ada hubungannya. Atau ada hubungannya, tetapi hanya faktor nomor 30. Jadi bagi kalian yang nilai IPK’nya bagus dan sebagainya, anda memang sukses. Tetapi sukses menjadi seorang dosen. Suatu hari akan sukses menjadi seorang akademisi, dan sukses menjadi seorang profesor. Sekali lagi, itulah sukses yang berhubungan dengan nilai. Tetapi sukses secara materi, sukses secara bisnis, sukses secara karir, sukses menjadi miliarder, itu nomor 30.

Oh my Godness.. Apakah kata-kata saya ini benar? Ini bukan saya yang bilang, tetapi profesor. ‘Sementara itu, faktor IQ pada urutan ke-21’. Ternyata ada andilnya, tetapi nomor ke 21. Anda tidak sabar? Mau saya lanjutkan? Oke, ‘Dan bersekolah ke universitas atau sekolah favorit di urutan ke-23’. Jadi sahabt, jika anda tidak diterima di perguruan tinggi favorit, jangan kecewa. Karena apabila yang ingin anda kejar adalah suatu hari menjadi orang sukses, menjadi miliarder, itu hanyalah faktor sukses di urutan ke 23. Terkecuali anda bercita-cita menjadi profesor atau menjadi dosen. Jadi, saya ingin mengatakan secara sederhana :

▪ Anak anda nilai matematikanya 45? Tidak masalah. Dengerin tuh.. Apalagi orang tua zaman sekarang suka menuntut anaknya agar anaknya bisa mendapatkan nilai tinggi terus. Anda ingin anak anda suatu hari menjadi profesor atau menjadi pengusaha? I don’t know. Itu pilihan anda.

▪ Tidak lulus ujian fisika? Bukan masalah besar.

▪ NEM tidak begitu sesuai harapan? Paling banter akibatnya adalah tidak bisa masuk sekolah favorit. That’s it. Yang memang menurut hasil riset, tidak terlalu pengaruh ke kesuksesan, anyway.

▪ IPK termasuk golongan dua koma. Baik dua koma sembilan, atau dua koma nol, intinya dua koma? Jangan sedih. IPK kan hanya mitos. Paling banter adalah hanya alat ukur yang tidak akurat, anyway.

▪ Anak anda sekolah di SMA 11 dan bukan di SMA favorit? Anak anda sekolah di SMA 19 dan bukan di SMA kompleks, SMA1 atau SMA 2? Jangan takut..!

Lalu, apakah faktor yang menentukan kesuksesan seseorang itu ? Menurut riset Stanley, nama bukunya adalah ‘The Millionaire Mind’. Jadi silahkan anda googling, ‘The Millionaire Mind’. Sepuluh faktor teratas yang akan mempengaruhi kesuksesan, yaitu :

  1. Yang pertama, kejujuran. Saya sadur ini dari buku ‘The Millionaire Mind’. Ini bukan kata-kata saya, tapi boleh menjadi acuan. Sekali lagi, saya tidak menyalahkan anda yang punya IPK tinggi atau DANEM tinggi. Tidak masalah jika anda suatu hari bercita-cita menjadi orang sukses. Akan tetapi, data atau risetnya seperti itu. Jadi, jangan menyalahkan saya. Itu bukan riset dari saya. Tetapi, itu adalah hasil penelitian. Sekali lagi, itu adalah hasil penelitian.
  2. Yang kedua, disiplin keras. Rupanya hal ini sangat berhubungan dengan kesuksesan.
  3. Yang ketiga, mudah bergaul. Jadi, anda jangan menjadi orang yang introvert atau pendiam. Jika anda jarang bergaul, gimana rezeki mau turun?
  4. Yang keempat, dukungan pendamping. Hal ini penting. Itulah sebabnya jika anda punya pacar atau pasangan yang mendukung, memang rasanya berat jika anda ingin berhasil. Tetapi jika ada dukungan dari pasangan, hal itu sangat-sangat penting untuk mendongkrak tingkat kesuksesan anda.
  5. Yang kelima adalah kerja keras. Masalah kerja keras ini sepertinya tidak perlu saya ulas lagi.
  6. Yang keenam adalah kecintaan pada apa yang anda kerjakan. Your passion. Love what you do. Love your carrier. Jika anda setiap hari cuma mengeluh, jengkel dengan apa yang anda kerjakan, ya tidak bisa. Tetapi jika anda happy dengan apa yang anda kerjakan meskipun tidak dibayar, maka anda akan merasa sukses. Apalagi jika hobi anda itu dibayar?
  7. Yang ketujuh, leadership atau kepemimpinan. Hal itu sangat berkaitan erat. Ini disadur dari buku ‘The Millionaire Mind’.
  8. Kemudian yang kedelapan, kepribadian kompetitif. Jadi, anda itu suka tantangan. Anda suka sekali dengan spirit entrepreneurship, siap rugi dan sebagainya. Artinya, anda menyukai tantangan. Dengan sikap seperti ini, suatu hari anda bisa maju dan sukses.
  9. Yang kesembilan, hidup teratur. Hal ini penting. Karena banyak orang yang hidupnya tidak teratur. . Makan saja tidak jelas jam berapa. Tidur juga tidak jelas jam berapa. Hal ini akan menyulitkan anda. Karena anda tidak memiliki positive mood, hidup yang teratur. Jadi, makanlah dengan teratur, olahraga teratur, hidup teratur, dan pola makan yang teratur itu penting. Sedangkan anak-anak muda sulit untuk hidup teratur. Karena apa? Mungkin karena fisiknya masih kuat dan sehat. Sehingga merasa gak tidur gak apa-apa, gak makan juga gak apa-apa. Tetapi, suatu hari pasti tumbang. Mati.
  10. Lalu yang kesepuluh, kemampuan menjual ide. Hal ini penting. Yaitu anda bisa menawarkan ide.

10 poin teratas ini bisa menentukan apakah suatu hari anda bisa menjadi miliarder atau tidak. Apakah anda bisa menjadi billionaire atau tidak. Apakah anda bisa sukses sebelum usia 30 atau tidak. Memang benar. Sewaktu saya SD, saya pernah mendapat ranking. Paling banter, saya dapat ranking 10 besar. Suatu kali, ketika SMA saya pernah masuk ranking 5. Memang benar. Saya pernah punya IPK yang cukup bagus. Tetapi, saya juga pernah mendapatkan IPK 1,9. Di bawah dua. Saya pernah, saya mengakuinya. Waktu itu saya galau di semester 4 saya. Tetapi ketika semester 5, saya ikut suatu seminar ‘YES Ican’. Dan akhirnya, saya sadar dengan kemampuan diri saya. IPK saya langsung melejit 3,3 pada waktu itu. Dan saya juga pernah mendapatkan ranking yang bagus di sekolah.

Bahkan, saya pernah mewakili sekolah dalam olimpiade matematika dan olimpiade fisika. Itulah masa lalu saya. Nilai saya cukup ‘lumayan’. Tetapi sampai suatu saat saya sadar, ternyata ranking itu cuma faktor nomor ke-30. Dan faktor IQ pada urutan ke-21. Karena yang saya inginkan adalah menjadi orang sukses. Yang saya inginkan adalah menjadi miliarder. Sehingga, semua itu tidak ada kaitannya. Semua itu tidak ada hubungannya. Ternyata, ada buku yang meriset hal ini. Ada artikel yang meriset ini. Dan itu tepat sekali.

Jadi sekali lagi seperti di judul : “SEKOLAH Itu Memang PENTING, Tapi TIDAKLAH CUKUP”. Saya sangat mendukung anda sekolah. Anda mau kuliah, silahkan. Dan seringkali ada yang bertanya : ‘kalau ingin bisa pintar berbicara itu harus kuliah jurusan apa?’. Tidak ada. KULIAH KEHIDUPAN, jawabannya. Saya mendapatkan hal ini bukan di bangku kuliah. Saya mendapatkan hal ini secara otodidak. Belajar pribadi. Jadi, tidak ada kuliah untuk menjadi YouTuber. Gak ada. Kecuali anda nonton YouTube. Kuliah untuk cara berkomunikasi yang baik? Tidak ada. Kecuali anda mau melatih dan melatih cara berbicara anda setiap hari.

Siapapun yang membaca artikel ini, saya doakan semoga suatu hari setelah anda lulus sekolah, anda bisa belajar hal lain di luar sekolah. Dan apabila anda benar-benar ingin menjadi miliarder, kejarlah 10 poin tadi. Demikian sahabat, yang bisa saya ceritakan di episode kali ini. Semoga menginspirasi, semoga anda mendapatkan wawasan. Bagi anda yang bersekolah, lanjutkan sekolah anda sampai tamat. Minimal, senangkanlah hati orang tua anda. Karena anda sekolah itu disekolahkan oleh orang tua. Minimal anda lulus. Tidak usah mendapatkan nilai terbaik juga tidak apa-apa. Yang penting orang tua anda senang, ‘Wah, anak saya sarjana..!’. That’s it. Tetapi hubungannya dengan kesuksesan, TIDAK ADA. Itu saja yang ingin saya sampaikan.

Itulah pembahasan mengenai SEKOLAH Itu Memang PENTING, Tapi TIDAKLAH CUKUP. Semoga bermanfaat ya