Strategi Holicim Indonesia Untuk Hadapi Lesunya Industri Semen

SAHAM.NEWS, JAKARTA – Kondisi pasar semen dalam negeri masih mengalami tantangan yang cukup besar. Pada kuartal pertama tahun ini, industri semen mencatatkan penurunan jumlah permintaan hingga 1,1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Salah satu produsen semen regional, PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) pun harus menerima pahitnya, dimana perusahaan mencatatkan penurunan pendapatan hingga harus mengalami kerugian.

Penurunan pendapatan tersebut disebabkan oleh beberaoa faktor, dari cuaca yang kurang bersahabat, sampai dengan penundaan beberapa proyek infrastruktur hingga ketatnya persaingan dipasar semen dalam negeri.

Tak patah arang, SMCB telah menyiapkan beberapa strategi untuk menghadapi tantangan-tantangan ini kedepan. SMCB saat ini terus fokus untuk melakukan efesiensi biaya. Selain itu perusahaan juga berupaya untuk melakukan transformasi komersial untuk meningkatkan penjualan. Strategi ini dinilai tepat, apalagi SMCB memiliki integrasi jaringan dengan cakupan yang luas sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan rantai pasokan dan potensi pasar baru.

Variasi produk juga menjadi unggulan perusahaan yang mana secara tidak langsung memberikan nilai tambah dipasaran.

Untuk kendala terhambatnya pembangunan infrastruktur, saat ini pemerintah telah memberikan arahan agar semua instansi yang memiliki peran dan tanggung jawab terhadap proyek yang berjalan untuk dapat segera memberikan solusi dari perlambatan pembangunan tersebut. Jika proyek berhenti dan terus tertunda, makan akan menimbulkan kendala lainnya seperti peningkatan biaya.

Rekomendasi Saham Pilihan Gratis & Berita Saham Terbaru langsung ke hp anda: Ikuti Official Telegram Channel Saham.news & Official Telegram Grup Analis Saham.news