Target Bank Tanah Selesai Dibentuk Tahun 2018

SAHAM.NEWS, JAKARTA – Keseriusan pemerintah untuk mengembangkan dan mendata semua lahan yang tidak produktif tampaknya semakin cepat terealisasikan, melalui percepatan penyelesaian pembentukan Bank Tanah. Maka Bank tanah diharapkan dapat memenuhi ketersediaan tanah sebagai fungsi sosial.

“Pihak kemeterian agraria dan tata ruang dan Kementerian Koordinator Perekonomian beserta kementerian terkait sedang mempercepat penyelesaian Peraturan Presiden (Perpres) sebagai landasan dasar hukum Bank Tanah, ujar Sofyan Djalil, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)

“Pak Presiden ingin Bank Tanah selesai sebelum tahun 2018, tapi Insya allah tahun depan lahir,” ujar Sofyan Djalil.

Tujuan dari dibentuknya Bank Tanah ini agar pemerintah dapat mengatur dan mengelola Tanah Cadangan Umum Negara (TCUN) yang berdasarkan data dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) ada puluhan ribu bidang tanah yang dapat diberdayakan.

“Jadi lahan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal karena bila tanah nganggur tentu tidak ada nilainya. Dan bila ada orang yang menelantarkan tanah, maka kita akan ambil alih agar banyak orang dapat memanfaatkan” kata Sofyan.

“Sumber dari Bank Tanah dapat bersumber dari tanah terlantar, tanah timbul, maupun tanah hasil pelepasan kawasan hutan. Dan dari hasil kelolah tanah terlantar tersebut, nantinya dana yang ada dapat dipakai untuk akusisi lahan/tanah baru jadi ketergantungan APBN dalam peruntukan kebutuhan tanah dapat berkurang, misal untuk pelabuhan atau bandara.”, kata Himawan Arif Sugoto, Kepala Pembentukan Bank Tanah,

Pembentukan bank tanah ini tentu menimbulkan pro dan kontra,seperti kekhawatiran developer property akibat landbank yang dimiliki mereka bila nantinya suatu saat digolongkan tanah terlantar.

Menurut Kepala Pembentukan Bank Tanah, Himawan arif sugoto menyatakan bahwa Landbank milik developer atau pengembang setidaknya sudah memiliki site plan rencana tanah tersebut mau diapakan, bukan didiamkan dan berharap tanah naik karena capital gain. Aksi spekulan tanah tersebut yang kita hindari dan tidak diperbolehkan,”

Rekomendasi Saham Pilihan Gratis & Berita Saham Terbaru langsung ke hp anda: Ikuti Official Telegram Channel Saham.news & Official Telegram Grup Analis Saham.news